Lokapalanews.id | Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana satu kejadian tragis bisa mendadak melahirkan seribu detektif dadakan di media sosial? Setiap ada peristiwa janggal, ruang publik langsung gaduh oleh aneka teori konspirasi.
Baru-baru ini, kabar mengejutkan datang dari kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sutrimo, Kepala Rumah Tangga eks Jampidsus, ditemukan tak bernyawa di sebuah halaman.
Kontan saja, penemuan mayat ini langsung memantik lidah api spekulasi liar di tengah masyarakat. Cerita berhembus ke mana-mana tanpa arah yang jelas.
Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, langsung bereaksi keras menanggapi situasi tersebut. Beliau mendesak Bareskrim Polri turun tangan mengusut tuntas misteri kematian ini.
Saya tanya apa resep meredam gosip? Katanya, kuncinya ada pada penyidikan yang profesional, objektif, dan transparan.
Penegakan hukum tidak boleh disetir oleh asumsi atau opini liar di warung kopi. Semua harus bertumpu pada alat bukti sah dan hasil forensik yang akurat.
Politisi kawakan itu percaya betul bahwa Bareskrim punya kapasitas jempolan untuk mengungkap kasus ini. Tinggal bagaimana publik memberi ruang bagi penyidik agar bisa bekerja tenang dan independen.
Repotnya kalau gosip telanjur mendahului fakta resmi dari aparat. Kepercayaan warga bisa runtuh dan kepala orang gampang pusing tujuh keliling.
Makanya, semua pihak diimbau bersabar menanti hasil investigasi final. Jangan gampang menelan informasi mentah yang belum tentu ada benarnya.
Mari kita tunggu kerja nyata kepolisian di lapangan. Biar teka-teki di Kebayoran Baru ini terang benderang tanpa sisa tanda tanya. *yas






