Lokapalanews.id | Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk mewaspadai maraknya potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) dan praktik judi bola menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Peringatan ini disampaikan seiring dengan meningkatnya antusiasme publik menyambut ajang sepak bola bergengsi yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada Juni mendatang. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengimbau warga agar tidak mudah tergiur tawaran ilegal yang mengatasnamakan penyelenggara resmi.
Menurut Trunoyudo, momentum olahraga internasional sering kali dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kriminalitas siber, mulai dari penjualan tiket palsu hingga skema penipuan paket nobar. Ia menegaskan agar masyarakat segera melaporkan segala bentuk indikasi mencurigakan melalui layanan hotline 110 yang beroperasi selama 24 jam.
Dalam upaya memperketat pengawasan, Polri berencana membuka kanal pengaduan khusus yang terintegrasi dengan TVRI selaku pemegang hak siar resmi di tanah air. Kerja sama ini bertujuan untuk memverifikasi daftar penyelenggara nobar yang sah sehingga pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih optimal dan transparan.
Selain isu penipuan, fokus utama kepolisian adalah menekan peredaran judi bola yang biasanya melonjak drastis saat turnamen berlangsung. Praktik perjudian ini dinilai menjadi akar dari berbagai tindak pidana lainnya yang dapat merusak tatanan sosial dan merugikan ekonomi masyarakat secara luas.
Trunoyudo mengingatkan bahwa keterlibatan dalam aktivitas judi, baik sebagai bandar maupun pemain, merupakan pelanggaran hukum serius yang akan ditindak tegas tanpa pandang bulu. Polri mengajak masyarakat untuk menjadikan Piala Dunia sebagai ajang hiburan sehat tanpa harus menodainya dengan aktivitas melanggar aturan.
Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, kepolisian juga meminta para penggemar sepak bola untuk menjaga sportivitas. Fanatisme terhadap tim favorit diharapkan tidak memicu gesekan antar kelompok pendukung, terutama saat acara nonton bareng di ruang publik.
TVRI sendiri telah menjadwalkan nobar secara terbuka di 34 stasiun daerah di seluruh Indonesia. Dengan adanya titik-titik resmi ini, diharapkan konsentrasi massa dapat terakomodasi dengan aman dan berada di bawah pengawasan petugas keamanan setempat.
Langkah preventif ini diambil lebih awal agar euforia pesta bola empat tahunan tersebut dapat dirasakan manfaat positifnya oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa menyisakan masalah hukum di kemudian hari. *R103






