Lokapalanews.id | Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan resiliensi luar biasa dengan menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen pada Triwulan I tahun 2026, didorong oleh lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara yang masif.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa performa industri pelesir pada Maret 2026 merupakan capaian membanggakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menyentuh angka 1,09 juta kunjungan, atau tumbuh 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tren positif ini tidak hanya terlihat dari volume kunjungan, tetapi juga dari kualitas belanja wisatawan. Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan (Average Spending per Arrival) pada Triwulan I 2026 mencapai 1.345,61 dolar AS atau setara Rp22,87 juta, meningkat signifikan sebesar 5,36 persen secara tahunan.
“Kami terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” ujar Widiyanti dalam pemaparan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menghadapi tensi geopolitik di Timur Tengah, Indonesia menerapkan strategi adaptif dengan mengalihkan fokus pasar. Hasilnya, kunjungan dari kawasan Oseania melonjak 19,32 persen dan Asia Tenggara tumbuh 18,84 persen, membuktikan bahwa daya tarik destinasi domestik tetap kompetitif di pasar regional.
Sektor domestik pun tak kalah bergairah dengan catatan 126,34 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026, melonjak 42,10 persen. Momentum libur Nyepi dan Idul Fitri menjadi katalis utama yang menggerakkan konsumsi masyarakat di berbagai daerah.
Pertumbuhan sektor pariwisata ini memberikan multiplier effect pada lapangan usaha terkait. Sektor akomodasi serta makan dan minum mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen dengan kontribusi ekonomi mencapai Rp172,7 triliun, disusul sektor transportasi yang menyumbang Rp378,3 triliun.
Guna menjaga momentum ini, Kementerian Pariwisata memperkuat kolaborasi lintas lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama diarahkan pada konektivitas udara, keterjangkauan harga tiket, serta penguatan daya tarik wisata minat khusus seperti gastronomi dan wisata bahari.
Pemerintah juga memberikan perhatian serius pada mitigasi krisis dan keamanan destinasi. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi destinasi yang aman bagi turis global di tengah dinamika isu keamanan internasional.
Di tingkat akar rumput, program Event by Indonesia melalui Karisma Event Nusantara (KEN) telah menggerakkan ekonomi lokal secara nyata. Hingga awal Mei, belasan event unggulan telah melibatkan ribuan UMKM dan pekerja seni, menciptakan perputaran uang puluhan miliar rupiah di berbagai provinsi.
Widiyanti optimistis bahwa pencapaian pada awal tahun ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan. Transformasi menuju pariwisata berkualitas diharapkan mampu terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di panggung pariwisata global. *R102






