--- / --- 00:00 WITA
Narasi  

Gengsi Stempel Asing

Prof. Hikmahanto Juwana.

Lokapalanews.id | Pernahkah Anda berpikir, mengapa kita sering kali lebih silau pada barang impor ketimbang produk buatan negeri sendiri? Dunia pendidikan tinggi kita rupanya juga mengidap penyakit yang sama.

Sebuah unggahan di salah satu akun Instagram belum lama ini merontokkan nalar sehat kita. Isinya menyoroti jeritan hati para dosen dan akademisi lokal yang merasa dianaktirikan.

Profesor Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, bersuara keras soal ini. Beliau mempertanyakan kebijakan kampus yang seolah memuja asing habis-habisan.

Pengajar luar negeri disambut dengan karpet merah yang membentang luas. Sementara dosen lokal yang sudah berdarah-darah mengabdi malah dipandang sebelah mata.

Repotnya, mental inferior atau post-colonial mindset ini masih bercokol kuat di level perguruan tinggi. Seolah-olah gelar dan nama besar dari luar negeri pasti lebih sakti mandraguna.

Padahal, ini sama sekali bukan soal benci atau anti terhadap orang asing. Ini murni soal eskalasi diri dan harga diri kebangsaan kita.

Bagaimana bisa negara percaya pada kapasitas anak bangsa sendiri kalau sistemnya masih merendahkan diri sendiri? Pemerintah dan kementerian terkait mestinya sadar sejak dini.

Membangun mutu pendidikan tinggi itu kuncinya ada pada pemberdayaan dosen lokal. Bukan sekadar mengimpor gengsi demi mendongkrak nama besar semata. *yas

Lokapala Newsroom
Eksklusif Lokapalanews.id

Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Main Hakim Sendiri di Grup WhatsApp: Ketika Kampus Kehilangan Etika