--- / --- 00:00 WITA
Hukum  

BCW Desak Aspidsus Kejati Bali Usut Tuntas Kasus Korupsi

Ketua Bali Corruption Watch Putu Wirata Dwikora.

Lokapalanews.id | Denpasar – Bali Corruption Watch mendesak Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bali Satria Abdi tidak ragu memanggil terduga korupsi menyusul minimnya penanganan kasus di wilayah tersebut di Denpasar, Rabu (5/8/2026).

Sorotan tajam tersebut mengemuka setelah Jaksa Agung ST Burhanuddin sempat menyatakan kekagetannya atas laporan perkara korupsi yang ditangani Aspidsus Kejati Bali yang hanya berjumlah tiga kasus saat meresmikan fasilitas gedung di Kejaksaan Tinggi Bali pada Selasa, 16 September 2025.

Ruang Sponsor & Kemitraan

Tampilkan brand atau produk Anda bersama Lokapalanews.id

Hubungi Bagian Iklan

Ketua Bali Corruption Watch Putu Wirata Dwikora menyatakan, teguran Jaksa Agung ST Burhanuddin seharusnya menjadi motivasi bagi Aspidsus Kejati Bali untuk membongkar kasus tanpa tebang pilih. Ia meminta aparat penegak hukum tidak ragu memanggil terduga korupsi dan bersikap transparan kepada publik agar tidak menimbulkan prasangka negatif di masyarakat.

Apresiasi Kinerja Kejari Karangasem

Bali Corruption Watch memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Karangasem yang saat ini sedang menangani dugaan kasus korupsi pengadaan LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) hias. Kasus yang sudah masuk ke tahap penyidikan, dan penghitungan kerugian negara oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan), yang anggarannya sekitar Rp 3 miliar, menjadi pemberitaan ramai beberapa media di Bali termasuk pengusutan kasus korupsi yang telah memeriksa Sekda Karangasem tersebut mendapat atensi masyarakat.

BCW juga mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi yang banyak mendapat simpati masyarakat karena banyaknya uang sebagai kerugian negara yang bisa dikembalikan oleh Kejaksaan Agung selama ini. Namun, walaupun kinerja Kejaksaan Negeri Karangasem mendapat apresiasi BCW, di pihak lain kinerja Aspidsus Kejati Bali, Satria Abdi, S.H., M.H., mendapat sorotan berbagai pihak. Sebab, sejak munculnya pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang sempat kaget mendapat laporan tentang perkara korupsi yang ditangani Aspidsus Kejati Bali, yang jumlahnya 3 kasus saja, sampai hari ini belum ada perkembangan yang signifikan dari kinerja Aspidsus Kejati Bali tersebut.

Baca juga:  Bareskrim Tangkap Pengedar Etomidate di Pekanbaru

Jaksa Agung menyatakan kekagetannya saat meresmikan fasilitas gedung dan peralatan lainnya di Kejaksaan Tinggi Bali Selasa (16/9/2025).

Masyarakat berharap, setelah mendapat teguran Jaksa Agung seperti itu, seharusnya Aspidsus Kejati Bali meningkatkan kinerja dalam mengungkap kasus-kasus korupsi, baik yang dilaporkan masyarakat maupun yang diperoleh melalui informasi intelejen ataupun media. Memang, seharusnya, pemberantasan korupsi tetap menjadi atensi semua pihak. Bahkan, Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, di berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Bahkan, Megawati tak segan-segan menyampaikan ancaman menindak tegas termasuk memecat kader-kadernya yang korupsi. Apalagi, di pemerintahan Megawatilah UU KPK yang melahirkan lembaga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) itu diundangkan dan KPK mulai bekerja serta menunjukkan taringnya.

Putu Wirata juga menyoroti kinerja Aspidsus Kejati Bali yang tidak membaik, setelah adanya teguran dari Jaksa Agung ST Burhanuddin tersebut, yang kaget atas kinerja Aspidsus Kejati Bali tersebut. ”Seharusnya, teguran Jaksa Agung itu menjadi cambuk dan motivasi untuk meningkatkan kinerja membongkar kasus-kasus korupsi di Bali, tanpa tebang pilih, tanpa penanganan yang tertutup dan tidak transparan. Aspidsus seharusnya tidak ragu-ragu memanggil terlapor dan terduga kasus korupsi dan menyampaikan kinerjanya secara terbuka ke publik, sebagai bukti bahwa Aspidsus secara konsisten mewujudkan harapan Jaksa Agung dan Megawati dalam pemberantasan korupsi. Jangan salahkan kalau masyarakat berprasangka, bahwa kasus tertentu dari orang berduit diselesaikan diam-diam di bawah meja, ” imbuh Putu Wirata.

Ia mengapresiasi kinerja-kinerja yang baik dari Kejaksaan Agung dan jajarannya dalam pemberantasan korupsi. “Tentu masih banyak jaksa-jaksa yang baik dan punya dedikasi tinggi dalam pengungkapan maupun pengusutan kasus-kasus korupsi. Antara lain seperti kinerja Kejari Karangasem,” katanya. *

Lokapala Newsroom
Eksklusif Lokapalanews.id
Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."