Lokapalanews.id | Jakarta – Polri mengerahkan tiga kapal dan menyiapkan enam posko Disaster Victim Identification guna mendukung operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Fokus utama aparat dipatok pada kecepatan evakuasi dan keselamatan jiwa. Jaringan posko darurat ini disebar secara taktis guna memangkas rentang birokrasi penanganan korban.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh proses identifikasi berjalan profesional, akurat, serta manusiawi.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Sebaran enam posko DVI dibagi secara merata di dua provinsi terdampak. Wilayah Jawa Timur mencakup Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem di RS Bhayangkara Surabaya.
Wilayah Kalimantan Selatan turut disiagakan secara masif. Titik layanan medis dan identifikasi dipusatkan di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
Operasi di lautan bergerak simultan. Tiga Kapal Polisi terdekat langsung digeser menuju lokasi kejadian pasca-rampungnya persiapan bekal ulang logistik.
Armada tersebut melibatkan KP Laksmana-7012 dari BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 NM serta estimasi waktu tempuh tujuh jam. Berikutnya, KP Ibis-6001 dari BKO Kalteng berjarak 103 NM dengan estimasi tempuh sembilan jam, dan KP Manyar-5003 dari BKO Surabaya berjarak 200 NM dengan estimasi waktu tempuh 24 jam. *R103






