--- / --- 00:00 WITA

Presiden Tinjau Langsung Penanganan Karhutla Pontianak

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko Karhutla Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Lokapalanews.id | Pontianak – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko Karhutla Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8/2026) untuk meninjau kondisi penanggulangan bencana secara langsung. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan agenda mendengarkan pemaparan dari jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait yang hadir di lokasi. Berdasarkan pantauan melalui tayangan kanal resmi YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo meminta penjelasan mendalam mengenai kondisi terkini karhutla di Kalimantan Barat sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan di lapangan. “Saya datang untuk melihat keadaan setempat secara nyata,” kata Presiden.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Brigjen TNI (purn) Asrianus Bulo, melaporkan hasil pemantauan titik panas selama 24 jam terakhir. Sebanyak 198 titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Angka tersebut mengindikasikan adanya titik api dan asap di lokasi yang terpantau melalui satelit. Selain titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, BNPB mencatat sekitar 3.100 titik dengan tingkat kepercayaan menengah serta 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

Asrianus menyebutkan bahwa sebaran titik panas tersebut banyak ditemukan di wilayah selatan Kalimantan Barat, antara lain meliputi Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Sementara di wilayah lainnya, titik panas juga terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas. Seluruh data sebaran tersebut menjadi acuan penting bagi tim di lapangan untuk memetakan prioritas wilayah penanganan.

Selain paparan titik panas, BNPB turut menyampaikan prakiraan potensi hujan dengan intensitas ringan pada periode 21 hingga 27 Agustus 2026. Potensi hujan tersebut diperkirakan lebih banyak muncul di wilayah timur Kalimantan Barat. Dalam penanganan sebelumnya, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan pada 11 sampai 18 Agustus 2026. Namun, operasi tersebut terpaksa dihentikan sementara karena tidak tersedia awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

Baca juga:  DPR Kritik Lemahnya Pengawasan Obat dan Makanan

Berdasarkan hasil rapat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi awan hujan akan terjadi pada periode 23 sampai 27 Agustus 2026. Pemerintah bersama instansi terkait akan kembali melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mempercepat penanggulangan karhutla di wilayah tersebut. *R101

Lokapala Newsroom
Eksklusif Lokapalanews.id

Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."