Lokapalanews.id | Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan menguat 1,59 persen atau naik 100,12 poin ke posisi 6.401,89 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), setelah pelaku pasar merespons positif arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyatakan respons positif pasar tersebut sejalan dengan kejelasan arah pembangunan ekonomi pemerintah untuk beberapa tahun ke depan. Ia menilai pidato kenegaraan tersebut menempatkan seluruh kekuatan nasional, mulai dari dunia usaha hingga BUMN, untuk bergerak dalam satu ekosistem pertumbuhan yang terpadu.
Fakhrul menjelaskan bahwa berbagai kebijakan strategis seperti DSI, Danantara Development Management Fund, Indonesia Financial Center, Bursa Komoditas Strategis, Bank Emas, dan reformasi pasar modal menunjukkan upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sumber daya domestik. Menurutnya, langkah-langkah tersebut dirancang untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi modern tidak bisa hanya mengandalkan belanja pemerintah, melainkan membutuhkan ekspansi, inovasi, dan investasi aktif dari sektor swasta.
Dari sisi fiskal, ia menilai target defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 yang dipatok sekitar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal. Kredibilitas fiskal tersebut menjadi faktor krusial dalam mempertahankan kepercayaan investor di tengah persaingan global memperebutkan modal. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pasar tidak hanya melihat angka defisit, melainkan strategi konkret dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan menarik modal masuk.
Ia menambahkan bahwa sektor swasta harus kembali didorong menjadi mesin pertumbuhan utama melalui perbaikan iklim usaha yang konsisten dan dapat diprediksi. Pasar modal juga dipandang bukan sekadar tempat perdagangan saham, melainkan mekanisme vital yang menghubungkan tabungan masyarakat dengan investasi produktif jangka panjang guna membiayai pembangunan nasional. Pelaku pasar kini menantikan tahap berikutnya berupa peta jalan pelaksanaan yang jelas agar visi besar pemerintah dapat terwujud secara nyata dalam bentuk lapangan kerja dan kesejahteraan. *R102






