--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Satu Tahun Milu Side Cafe: Merayakan Cinta di Puncak Wae Rebo

Sebuah perjalanan tentang kopi, keberanian, dan kepedulian yang menembus batas jarak dan medan

Ade Rahayu bersama tim Milu Side Cafe berinteraksi dengan anak-anak di Desa Adat Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 30 Juni 2026.

Lokapalanews.id | Ada banyak cara untuk merayakan ulang tahun sebuah usaha. Sebagian orang memilih pesta meriah dengan lilin dan kue bertingkat, namun Milu Side Cafe memilih jalan yang jauh lebih sunyi, namun bermakna mendalam. Alih-alih merayakan diri sendiri, kedai kopi yang belum genap setahun berdiri ini memilih untuk merayakan kebahagiaan orang lain.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Tepat pada 30 Juni 2026, momentum satu tahun perjalanan Milu Side Cafe, sang pendiri, Ade Rahayu, bersama seluruh timnya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa. Mereka menempuh perjalanan panjang menuju Desa Wae Rebo, salah satu desa adat paling ikonik sekaligus terpencil di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk berbagi keceriaan bersama anak-anak dan warga setempat.

Menembus Kabut dan Medan Terjal

Wae Rebo bukanlah destinasi yang mudah ditaklukkan. Desa yang tersohor dengan rumah adat kerucutnya ini tersembunyi tinggi di antara pegunungan yang selalu diselimuti kabut.

Perjalanan dari Labuan Bajo menuntut ketangguhan fisik dan mental. Tim harus menempuh empat jam perjalanan dengan sepeda motor menyusuri jalur berkelok, dilanjutkan dengan trekking selama tiga jam menembus jalur pegunungan yang terjal, lembap, dan berkabut tebal. Namun bagi Ade dan timnya, medan yang berat bukanlah penghalang. Justru, di situlah letak makna sesungguhnya: bahwa kebaikan yang tulus akan selalu menemukan jalannya, sejauh dan sesulit apa pun rintangannya.

Perbincangan dengan Ade Rahayu: Dibalik Niat yang Tulus

Di sela kesibukannya, Ade Rahayu berbagi cerita mengenai perjalanan penuh haru ini:

T: Apa yang membuat Milu Side Cafe memilih merayakan ulang tahun dengan cara ini? J: Bagi kami, satu tahun ini bukan sekadar tentang pertumbuhan bisnis. Ini adalah apresiasi atas segala dukungan yang kami terima selama setahun terakhir. Kami merasa momen ulang tahun akan jauh lebih bermakna jika digunakan untuk memberi, bukan sekadar merayakan diri sendiri.

T: Mengapa memilih Wae Rebo yang aksesnya sulit? J: Justru karena sulit dijangkaulah kami ingin ke sana. Banyak tempat yang mudah diakses sudah sering mendapat perhatian. Anak-anak di Wae Rebo mungkin jarang dikunjungi oleh orang luar. Kami merasa terpanggil untuk hadir di sana, seberat apa pun medannya.

T: Bagaimana rasanya menempuh perjalanan yang melelahkan itu? J: Jujur, sangat melelahkan. Namun, setiap kali rasa lelah datang, kami saling mengingatkan untuk siapa kami melakukan ini. Begitu sampai dan melihat wajah anak-anak menyambut kami dengan senyuman, semua lelah itu sirna seketika. Itu adalah momen yang tak akan pernah kami lupakan.

T: Apa momen paling berkesan bagi Anda? J: Saat kami bermain dan berinteraksi langsung dengan anak-anak. Kami tidak hanya datang membawa bantuan lalu pergi. Kami duduk bersama warga, mendalami budaya mereka, dan mendengarkan kisah mereka. Melihat tawa lepas anak-anak adalah hal yang paling menyentuh hati saya dan tim.

T: Apa harapan untuk Milu Side Cafe ke depannya? J: Harapan saya sederhana; semoga Milu terus tumbuh dan tradisi berbagi ini bisa menjadi identitas kami setiap tahunnya. Sekecil apa pun usaha kami, jika itu mampu membawa senyum bagi orang lain, maka itu sudah lebih dari cukup.

Kesederhanaan yang Bermakna

Setibanya di Wae Rebo, tim Milu Side Cafe disambut dengan hangat oleh warga setempat. Tidak ada kemewahan atau sorotan kamera panggung megah di sana. Yang ada hanyalah ketulusan, senyum tawa, dan suasana kekeluargaan yang begitu hangat di tengah dinginnya udara pegunungan.

Baca juga:  Naikkan Harga Saat Bencana, Gubernur Aceh Ancam Pidana dan Cabut Izin

Momen kebersamaan tersebut menjadi bagian paling berharga dari seluruh rangkaian kegiatan. Ini bukan sekadar tentang memberikan bantuan, melainkan tentang mempererat tali persaudaraan antara pendatang dan masyarakat desa.

Harapan yang Tumbuh Bersama Milu

Di usia yang baru satu tahun, Milu Side Cafe telah membuktikan bahwa usaha kecil sekalipun mampu memberikan dampak yang besar. Kegiatan di Wae Rebo menjadi simbol komitmen Milu untuk tumbuh berdampingan dengan masyarakat—bukan hanya sebagai tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga sebagai wadah yang peduli dan menebar kebaikan.

Semoga kisah dari puncak Wae Rebo ini menjadi inspirasi bagi kita semua: bahwa kebaikan, sesederhana apa pun bentuknya, akan selalu menemukan jalan untuk sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Terima kasih Milu Side Cafe, terima kasih Ade Rahayu dan tim, atas inspirasi dan kebaikan yang telah dibagikan.

👁️ 7.376 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."