--- / --- 00:00 WITA
Narasi  

Akademisi Kok Membajak

Plt. Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Nur Syarifah.

Lokapalanews.id | Dunia riset kita baru saja diguncang kabar tak sedap. Nama besar lembaga pendidikan dan penelitian dicatut seenaknya oleh sekelompok orang demi kepentingan pribadi di forum internasional.

Saya membacanya dengan dada sesak. Bagaimana mungkin identitas peneliti dan data riset bisa disalahgunakan sedemikian rupa?

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Ruwet.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama BRIN dan UNY kini harus turun tangan. Mereka kompak membentuk tim investigasi untuk membedah borok ini.

Hasil penelusuran sementara mengejutkan. Ada empat orang yang ternyata pelakunya.

Mereka itu alumni UNY lulusan 2019 sampai 2021. Bukan dosen, bukan pula aparatur sipil negara di lembaga riset mana pun.

Tapi, tindakan mereka keterlaluan. Nama universitas dicatut tanpa izin, departemen fiktif dibuat-buat, bahkan identitas peneliti asli dicuri untuk legitimasi riset.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, sampai harus bersuara keras. Beliau bilang, integritas itu landasan utama ilmu pengetahuan.

Tanpa kejujuran, riset hanyalah omong kosong.

Plt. Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Nur Syarifah, kini memimpin investigasi. Mereka tidak main-main dan siap menjalin komunikasi dengan aparat penegak hukum.

Bukan cuma soal sanksi administratif atau pencabutan akses pendanaan. Publikasi-publikasi yang terindikasi menggunakan data palsu pun harus ditarik.

Dibersihkan.

Kejadian ini memang tamparan keras. Selama ini kita bangga dengan produktivitas riset, tapi ternyata ada lubang besar dalam pengawasan dan verifikasi afiliasi.

Mungkin selama ini kita terlalu silau dengan kuantitas publikasi. Sampai-sampai etika dan validitas data sering kali hanya jadi pajangan di atas kertas.

Sekarang, ketiganya berjanji akan memperketat tata kelola. Verifikasi akan diperkuat. Sistem pengawasan akan dibuat lebih berlapis.

Baca juga:  Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Prodi, Penutupan Jadi Opsi Terakhir

Tapi, bisakah sistem administratif membendung kerakusan orang-orang yang memang berniat curang?

Saya rasa tidak cukup. Integritas itu soal batin, bukan sekadar soal sistem atau aturan yang tertera di surat edaran menteri.

Jika pelakunya adalah orang yang pernah ditempa di bangku kuliah, di mana letak kegagalan pendidikan kita sebenarnya?

Apakah gelar akademik hanya jadi alat untuk memalsukan jati diri? *

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."