Lokapalanews.id | Jakarta – Pemerintah berjanji mengusut tuntas bentrokan dan penembakan yang menewaskan seorang warga di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Tragedi berdarah itu memakan korban jiwa. Abzalul Riza, pemuda berusia 21 tahun asal Desa Dayah Gampong Baro, tewas diterjang peluru saat penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang pada Rabu (4/11/2026). Jenazah almarhum telah dimakamkan pihak keluarga pada Kamis dini hari.
Bukan cuma Abzalul. Sebanyak 13 warga sipil lain menderita luka-luka dalam bentrokan fisik di lokasi kejadian.
Jajaran militer tak luput dari dampak kericuhan. Dinas Penerangan Angkatan Darat mencatat enam personel TNI mengalami cedera akibat terkena lemparan batu dan kayu dari massa yang tersulut emosi.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan, penegakan hukum bakal berjalan tanpa kompromi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penembakan ini.
“Kami sangat prihatin dengan insiden di Tiro, Kabupaten Pidie dengan tewasnya satu orang dan kita betul-betul sangat prihatin dengan keadaan ini,” kata Yusril di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pemerintah pusat menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban maupun warga yang tengah menjalani perawatan. Negara berjanji mengevaluasi secara substantif seluruh prosedur penanganan keamanan di Aceh.
Pemerintah tidak ingin jatuhnya korban berulang. Prosedur operasi penanganan massa di kawasan rawan konflik bakal diperbaiki demi mencegah terjadinya bentrokan fisik maupun tindakan kekerasan pada masa mendatang.
Berdasarkan kronologi resmi aparat, kericuhan pecah saat prosesi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pihak panitia penyelenggara berkukuh mengibarkan bendera Bulan Bintang meski upaya mediasi persuasif telah dilakukan petugas secara berulang kali.
Aparat mengklaim penertiban bendera mendapat perlawanan sengit. Massa dilaporkan melemparkan batu dan kayu ke arah petugas, serta sebagian di antaranya kedapatan membawa senjata tajam.
Petugas di lapangan merespons dengan tembakan peringatan. Munisi hampa dan peluru karet dilepaskan untuk membubarkan kerumunan massa yang dinilai kian anarkis dan mengancam keselamatan personel.
Selain pengamanan di Tiro, aparat gabungan Kodim 0102/Pidie mengintensifkan patroli pencegahan kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Langkah komunikasi sosial ini berhasil memindahkan pusat kegiatan dari Desa Udeung Poroh ke Makam Abdullah Syafi’i di Desa Cubo.
Insiden tragis ini memicu gerak cepat di tingkat pusat. Yusril membangun komunikasi intensif dengan Panglima TNI, Menko Polkam, Wali Nanggroe, serta menjadwalkan pertemuan khusus bersama Pangdam Iskandar Muda.
Isu pengibaran Bendera Bulan Bintang sejatinya terus dibahas pemerintah. Gubernur Aceh Muzakir Manaf bahkan telah menemui Presiden Prabowo Subianto untuk mengupayakan titik temu penyelesaian masalah regulasi bendera tersebut.
“Saya sebenarnya sudah berkali-kali melakukan pembicaraan dengan baik bersama Gubernur, Wakil Gubernur, dan DPR Aceh membahas masalah bendera, Blang Padang, hingga dana otonomi khusus,” ungkap Yusril.
Pemerintah pusat bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kemenko Polkam terus mengkaji payung hukum permanen demi merumuskan solusi tuntas. Langkah ini diambil agar kedamaian yang berkelanjutan dapat terwujud sepenuhnya di tanah Aceh. *R103








