--- / --- • 00:00 WITA

Ekonomi Indonesia Triwulan III Tumbuh 5,47 Persen

Gedung Bank Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, yang terus memantau pergerakan posisi utang luar negeri Indonesia pada Selasa (19/5/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (yoy), melesat dibanding capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,29 persen.

Akselerasi laju perekonomian nasional pada periode ini ditopang penuh oleh penguatan aktivitas domestik, terutama penyerapan konsumsi publik serta derasnya arus investasi swasta dan pemerintah.

Sektor pengeluaran pemerintah mencatatkan rekor kenaikan paling tajam dibanding sektor penopang lainnya. Konsumsi pemerintah tumbuh melompat hingga 8,95 persen secara tahunan. Lonjakan angka belanja negara ini bersumber utama dari realisasi belanja pegawai, khususnya pembayaran komponen gaji serta tunjangan Aparatur Sipil Negara. Pengeluaran belanja barang dan jasa pemerintah terdorong kuat oleh pelaksanaan program skala nasional Makan Bergizi Gratis.

Sektor pembentukan modal tetap bruto atau investasi menyumbang pertumbuhan sebesar 6,06 persen secara tahunan. Pendorong utama di sektor ini berasal dari peningkatan belanja subkomponen kendaraan, yang bergerak searah dengan maraknya realisasi penanaman modal dari pihak pemerintah maupun investor swasta.

Di ranah publik, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,04 persen secara tahunan. Gairah transaksi belanja masyarakat terus meningkat dipicu oleh kenaikan mobilitas warga serta banyaknya agenda pertunjukan hiburan dan ajang olahraga di berbagai daerah.

Pengeluaran konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga turut mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,02 persen secara tahunan. Dari pasar eksternal, kinerja ekspor Indonesia tetap tumbuh melaju di angka 4,59 persen berkat terjaganya penyerapan barang oleh negara-negara mitra dagang utama.

Ditinjau dari lapangan usaha, seluruh sektor berhasil menorehkan kinerja positif. Industri pengolahan dan sektor perdagangan mengukuhkan posisi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional akibat kuatnya dorongan permintaan pasar domestik maupun pasar internasional.

Baca juga:  BNPB: 14 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT

Geliat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum melaju cepat sejalan dengan kenaikan tingkat okupansi kamar hotel dan kenaikan konsumsi kuliner masyarakat. Pada saat yang sama, lapangan usaha konstruksi menorehkan pertumbuhan baik seiring percepatan pengerjaan berbagai proyek infrastruktur oleh pemerintah dan pihak swasta.

Secara spasial, peta pertumbuhan ekonomi antarwilayah menempatkan kawasan Bali dan Nusa Tenggara di posisi puncak nasional. Pertumbuhan kawasan Balinusra ini mengungguli laju ekonomi di wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatera, Maluku dan Papua, hingga Kalimantan.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga kokoh pada rentang target 4,9 persen sampai 5,7 persen.

“Ke depan, berlanjutnya berbagai stimulus Pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku ekonomi, serta menguatnya berbagai sumber pertumbuhan ekonomi diprakirakan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik sehingga secara keseluruhan tahun 2026 diprakirakan berada dalam kisaran 4,9-5,7%,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam Siaran Pers No. 28/240/DKom di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Otoritas moneter memastikan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang berpadu rapat dengan kebijakan strategis pemerintah demi menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."