Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan dalam perombakan kabinet yang diumumkan pada Senin (14/9).
Keputusan ini mengakhiri masa tugas Purbaya di Gedung Juanda Kementerian Keuangan setelah genap satu tahun memegang kendali. Ia sebelumnya dipercaya menduduki kursi bendahara negara untuk menggantikan figur senior Sri Mulyani Indrawati.
Selama satu tahun memimpin, kebijakan fiskal yang dihadirkan Purbaya kerap mengundang diskursus tajam di kalangan pengamat maupun parlemen. Langkah paling mencolok adalah keputusannya menggelontorkan dana SAL yang semula mengendap di Bank Indonesia agar berputar di Bank Himbara.
Perubahan arah kebijakan tersebut mau tidak mau mengubah peta likuiditas perbankan pelat merah. Namun, dinamika domestik menuntut respons cepat yang berujung pada evaluasi menyeluruh dari Istana.
Di luar panggung politik, Purbaya memiliki latar belakang pendidikan yang menempuh persimpangan ilmu eksakta dan makroekonomi. Ia menamatkan pendidikan sarjananya dari jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Gelar Master of Science (MSc) hingga Doktor di bidang Ilmu Ekonomi kemudian ia raih dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Karier birokrasi dan finansial Purbaya merentang panjang sebelum ia mendarat di kursi menteri. Purbaya sempat menakhodai Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Ketua Dewan Komisioner. Rekam jejaknya di pemerintahan pusat juga diisi jabatan strategis, mulai dari Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi periode Mei 2018 hingga September 2020. Jauh sebelum itu, ia meniti peran sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sejak Juli 2016 sampai Mei 2018. *R102






