Advertisement
--- / --- 00:00 WITA

Ketahanan Pariwisata Nasional Hadapi Ujian Bencana

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang menyentuh 8,98 juta kunjungan atau naik 5,23 persen hingga Juli 2026 dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama ini.

Badan Pusat Statistik merinci kunjungan pelancong dari kawasan Asia melesat 8,69 persen, Asia Tenggara tumbuh 7,32 persen, serta Oseania menguat 7,26 persen. Pemulihan dari kawasan Timur Tengah turut memberi angin segar di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Advertisement

Alih-alih terpuruk, devisa pariwisata pada Semester I 2026 menembus 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp 145,13 triliun. Capaian ini melompat 2,88 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang mencatatkan 8,20 miliar dolar AS atau Rp 134,68 triliun. Pada triwulan II 2026, devisa tercatat 4,39 miliar dolar AS atau setara Rp 76,99 triliun.

Kontribusi langsung sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp 1.139 triliun, meningkat dari Rp 1.057 triliun pada tahun sebelumnya. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan laju ini ditopang pergerakan domestik yang masif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 737,85 juta perjalanan wisatawan nusantara, tumbuh 3,34 persen. Sebaliknya, perjalanan warga Indonesia ke luar negeri turun 3,25 persen menjadi 5,26 juta perjalanan, menciptakan surplus hingga 3,71 juta.

Kinerja industri perhotelan ikut terdampak positif. Tingkat okupansi hotel sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 berada di level 49,13 persen, naik 2,36 persen dari tahun sebelumnya. Pemerintah mencatat total desa wisata telah menyentuh angka 6.400 unit per 1 September 2026.

Guna menjaga mutu, Kementerian Pariwisata memperkuat pelatihan keselamatan wisata bahari di delapan provinsi serta memperluas gastrodiplomasi lewat program S’RASA yang menembus pasar Australia, Belanda, Italia, dan Malaysia.

Baca juga:  Wapres Gibran Serap Aspirasi Pelaku Wisata Bali

Meski begitu, sektor pariwisata tak luput dari ujian berat bencana alam. Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu pembatalan 4.132 penerbangan dengan 450 ribu penumpang terdampak. Kementerian Pariwisata langsung mendesak agen perjalanan memberlakukan pengembalian dana penuh 100 persen dan mempermudah proses penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.

Rentetan musibah lain turut menguji resiliensi destinasi. Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Labuan Bajo dan Flores, sementara kebakaran hutan sempat menutup kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Pemerintah daerah memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kini telah pulih normal. Bencana terparah menghantam Desa Adat Sade, Lombok, pada 27 Agustus 2026. Kobaran api meluluhlantakkan 75 hunian, berdampak pada 20 hunian lain, merusak 11 tempat pertemuan, serta menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 33,84 miliar.

Pemerintah langsung menyusun master plan rekonstruksi bersama warga adat. Di tengah pemulihan, daya gedor promosi terus digenjot, termasuk persiapan konser Andrea Bocelli yang dijadwalkan mentas di Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026. Gelaran akbar tersebut diproyeksikan mendatangkan dampak ekonomi hingga 44 juta dolar AS atau setara Rp 792 miliar bagi perekonomian nasional. *R102

Advertisement
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Advertisement