Lokapalanews.id | Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Jakarta, Kamis (20/8/2026), demi menjamin keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis. Netty menyatakan, penertiban terhadap dapur yang belum memenuhi standar higiene dan keamanan pangan penting dilakukan agar program tersebut tidak hanya mengejar kuantitas penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan layak dikonsumsi.
Ia menegaskan bahwa ketika menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak, faktor keamanan pangan sama sekali tidak boleh dikompromikan. Dapur yang belum memenuhi standar memang harus ditutup dan dibenahi terlebih dahulu sebelum diizinkan beroperasi kembali. Politisi Fraksi PKS itu menekankan pentingnya penerapan standar yang sama secara konsisten di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Standar tersebut mencakup kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, kelayakan sanitasi dapur, serta sistem pengawasan keamanan pangan yang ketat dan terukur. Kendati mendukung penutupan tersebut, legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII itu mengingatkan Badan Gizi Nasional agar langkah penertiban tidak mengganggu pemenuhan hak penerima manfaat. Ia meminta Badan Gizi Nasional segera menyiapkan mekanisme pengganti agar distribusi di wilayah terdampak tetap berjalan.
Menurutnya, pelayanan kepada anak-anak tidak boleh terhenti meskipun satu dapur ditutup karena belum memenuhi standar operasional. Ketika sebuah dapur ditutup, harus ada solusi konkret agar penerima manfaat tetap mendapatkan jatah makanan bergizi dan aman. Lebih lanjut, Netty mendorong Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi secara berkala dan transparan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah.
Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan, melainkan harus mencakup seluruh rantai penyediaan makanan secara menyeluruh. Rantai tersebut meliputi kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, sistem distribusi, hingga makanan diterima oleh anak-anak. Ia berharap langkah pembenahan ini menjadi momentum untuk membangun ekosistem program yang lebih profesional, akuntabel, higienis, dan berkelanjutan. *R101






