--- / --- 00:00 WITA

Polri Sebut Isu Denda Tilang Naik 150 Persen Hoaks

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Wibowo memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (6/8/2026).
Ruang Sponsor & Kemitraan

Tampilkan brand Anda di pusat perhatian pembaca cerdas. Perluas pengaruh dan bangun resonansi pasar yang kuat bersama kami.

Hubungi Bagian Iklan
Lokapalanews.id | 
Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Wibowo meluruskan informasi palsu mengenai kenaikan denda tilang dan pemberlakuan kembali tilang manual secara menyeluruh di Jakarta pada 6 Agustus 2026.
Irjen Pol. Wibowo menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya kebijakan kenaikan denda tilang sebesar 150 persen serta pemberlakuan kembali tilang manual secara menyeluruh adalah tidak benar. Kebijakan penegakan hukum lalu lintas hingga saat ini tetap mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE, baik statis maupun mobile.
Menurutnya, Polri terus berkomitmen mengoptimalkan penegakan hukum berbasis teknologi guna mewujudkan sistem yang objektif, transparan, dan akuntabel. Kendati demikian, petugas di lapangan tetap diberikan kewenangan melakukan penindakan manual dalam kondisi tertentu yang bersifat selektif dan situasional.
Penindakan manual tersebut hanya dilakukan secara terbatas terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan fatalitas atau membahayakan pengguna jalan lain. Sasaran penindakan langsung itu meliputi penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong, aksi balap liar, melawan arus, serta perilaku berkendara ugal-ugalan.
Sehubungan dengan beredarnya narasi yang mencatut nama tokoh nasional untuk memperkuat informasi tersebut, Korlantas Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang tidak bersumber dari instansi resmi. Masyarakat diajak untuk selalu melakukan verifikasi dan bijak dalam menggunakan media sosial guna menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan. *R103
Lokapala Newsroom
Eksklusif Lokapalanews.id
Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Strategi Operasi Ketupat Hadapi 3,5 Juta Kendaraan