--- / --- 00:00 WITA
Narasi  

Mobil Rakyat, Kebanggaan

Presiden Prabowo Subianto saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Lokapalanews.id | Pernahkah Anda terpikir, mengapa setelah 81 tahun merdeka, kita masih saja “hobi” bertanya soal mobil buatan sendiri?

Presiden Prabowo sedang gelisah dengan pertanyaan yang sama.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Jumat siang kemarin, di tengah kemegahan Jakarta International Convention Center, beliau tidak sedang berpidato formal yang membosankan.

Beliau justru curhat soal obrolannya dengan para profesor di acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026.

Saya bayangkan suasananya. Presiden duduk berhadapan dengan orang-orang paling pintar di negeri ini.

Lalu beliau bertanya lugas, “Kenapa kita tidak bisa punya benih gandum sendiri? Kenapa kelapa sawit kita kalah produktif dari tetangga?”

Pertanyaan yang menusuk, tapi memang perlu dijawab.

Repotnya, selama ini kita sering terlalu nyaman dengan barang impor.

Tapi, ada secercah harapan yang membuat Presiden merasa bangga.

Ingat hari pelantikannya? Beliau memilih menggunakan mobil buatan anak bangsa.

Katanya, ada kepuasan mendalam di hatinya. Itu bukan cuma soal kendaraan, tapi soal kedaulatan.

Beliau sampaikan terima kasih, karena sekarang kita sudah mulai bergerak ke arah sana.

Presiden sadar, mobil itu mungkin belum sempurna. Masih banyak yang harus dipoles dan ditingkatkan.

Tapi, buat beliau, yang penting adalah keberanian untuk memulai.

“Tidak apa-apa, minimal kita mulai,” begitu pesannya.

Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kekayaan alam kita luar biasa.

Masa iya, kita tidak bisa membuat teknologi yang kita pakai sendiri?

Presiden pun meminta para akademisi dan ilmuwan untuk tidak berdiam diri di menara gading.

Kampus bukan cuma soal gelar, tapi soal menghadirkan solusi nyata bagi bangsa.

Baca juga:  Batas Usia Kita

Jangan lagi sibuk berteori tanpa ada wujud di lapangan.

Kita butuh terobosan untuk menjawab tantangan pangan, energi, hingga industri otomotif.

Presiden pun menegaskan akan terus datang ke kampus-kampus.

Beliau ingin terus berdialog dengan para pakar seperti Pak Brian, Profesor Sigit, dan para guru besar dari IPB untuk mencari jalan keluar atas kebutuhan strategis nasional.

Tentu, ini bukan perkara membalik telapak tangan.

Inovasi itu butuh proses, dukungan, dan tentu saja keberanian untuk gagal sebelum berhasil.

Kita harus berani berproses, karena bangsa yang besar tidak mungkin dibangun hanya dengan menjadi konsumen produk orang lain.

Lalu, di saat kita sudah punya mobil nasional yang kita tunggangi dengan bangga, bukankah seharusnya kita juga mulai bertanya, apa lagi yang bisa kita buat sendiri mulai besok pagi? *yas

👁️ 8.304 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."