Lokapalanews.id | Jakarta – Aparat kepolisian bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berhasil menggagalkan aksi nekat seorang wanita berinisial JSLP (20) yang diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri di depan pagar Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) tersebut kini dalam penanganan intensif Satuan Reserse Kriminal Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta PPO Polres Metro Jakarta Pusat. Petugas masih mendalami motif di balik tindakan berbahaya yang dilakukan perempuan muda tersebut di area ring satu negara.
Kasat PPA/PPO Polres Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengonfirmasi bahwa JSLP telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini diambil guna memastikan kondisi psikis yang bersangkutan serta menggali latar belakang sengketa atau masalah pribadi yang memicu aksi tersebut.
Kejadian bermula saat seorang anggota Paspampres, Pratu Rival, yang sedang berjaga di Pos 02 Charlie, melihat gerak-gerik mencurigakan dari balik pagar Istana. Pratu Rival melihat JSLP meletakkan tasnya di trotoar dan mulai melepas sepatunya dalam posisi yang tidak lazim.
Melihat indikasi adanya niat untuk gantung diri, Pratu Rival segera mendekati lokasi dan melaporkan temuan tersebut kepada Komandan Posko. Koordinasi cepat dilakukan dengan personel Brimob yang bersiaga di Tenda Putih guna mengamankan wanita tersebut sebelum tindakan fatal terjadi.
Setelah berhasil ditenangkan, JSLP langsung dibawa ke Pos Pintu Istana Merdeka. Pihak kepolisian kemudian mendatangkan tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) Polres Metro Jakarta Pusat untuk melakukan pemeriksaan fisik dan pendekatan persuasif.
Proses komunikasi dengan JSLP dilaporkan berlangsung cukup alot. Tim dokter yang berupaya melakukan dialog mendalam menemui kendala karena wanita tersebut cenderung menutup diri dan terus menjauh setiap kali petugas medis berusaha mendekat untuk memberikan bantuan awal.
Kepolisian menekankan pentingnya penanganan yang humanis dalam kasus ini mengingat sensitivitas isu kesehatan mental. Petugas tidak hanya melihat kejadian ini dari sisi gangguan ketertiban umum, namun juga sebagai upaya perlindungan nyawa warga negara yang sedang dalam kondisi rentan.
Area luar Istana Merdeka memang menjadi salah satu titik dengan pengawasan keamanan paling ketat di Indonesia. Kewaspadaan personel di lapangan terbukti mampu mencegah insiden tragis yang dapat mencoreng citra keamanan pusat pemerintahan di mata publik.
Hingga saat ini, JSLP masih berada di bawah pengawasan Polres Metro Jakarta Pusat untuk pendampingan psikologis. Pihak keluarga diharapkan dapat segera dihubungi guna membantu proses pemulihan dan memberikan keterangan tambahan terkait kondisi keseharian yang bersangkutan. *R103






