Lokapalanews.id | Jakarta – Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan cita-cita perdamaian global belum sepenuhnya terwujud selama Palestina belum merdeka sebagai negara berdaulat.
Pernyataan itu disampaikan usai menerima audiensi delegasi Global Coalition for Quds and Palestine di Ruang Diplomasi BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Pertemuan strategis tersebut membedah situasi mutakhir di Gaza yang masih didera konflik berkepanjangan.
“Hari ini kita menerima kunjungan anggota Global Coalition for Quds and Palestine. Ada dua orang perwakilan yang datang dari Palestina. Mereka menyampaikan situasi di Palestina, khususnya di Gaza, yang sampai sekarang masih belum kondusif,” ujar Doli.
Delegasi GCQP turut mengusulkan pembentukan komite khusus parlemen serta regulasi boikot produk terafiliasi Israel layaknya kebijakan di Inggris dan Irlandia. Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Golkar itu menyatakan DPR akan mempelajari aturan perundang-undangan negara lain melalui mekanisme konstitusional yang melibatkan aspirasi publik.
Dukungan Indonesia berpijak pada kedekatan historis serta mandat konstitusi penolakan penjajahan di atas dunia. Kaukus Parlemen bersama BKSAP memastikan diplomasi parlemen bagi kedaulatan Palestina akan terus digelorakan tanpa henti. *R101






