--- / --- 00:00 WITA

Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” di studio TVRI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan merawat kerja sama lintas negara tanpa bergabung dengan blok kekuatan tertentu.

Sikap tersebut disampaikan Prabowo dalam program khusus “Presiden Prabowo Menjawab” yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube TVRI pada Rabu (16/9/2026). Pendekatan internasional Indonesia berakar pada prinsip kemandirian sikap serta keterbukaan menjalin relasi baik dengan berbagai pihak.

Advertisement

“Jadi sikap Indonesia secara tradisi, pandangan kita terhadap hubungan internasional, bahwa kita selalu ingin bebas aktif. Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun,” kata Prabowo.

Prabowo menguraikan, undangan lawatan dari pelbagai negara dipenuhi bukan sebagai bentuk keberpihakan politik. Hubungan diplomatik yang erat tetap dibangun secara merata dengan Rusia, Perancis, Inggris, Turki, hingga kawasan Timur Tengah seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Komunikasi terbuka juga dijalin dengan Tiongkok dan Jepang demi mengamankan kepentingan strategis nasional. Rusia dipandang memiliki signifikansi global yang tinggi karena memegang status sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan,” sebut Prabowo.

Negara tersebut menguasai wilayah terluas di dunia serta memiliki cadangan sumber daya alam melimpah di samping riwayat hubungan bilateral yang harmonis. Perlakuan setara pun diberlakukan tatkala undangan datang dari Amerika Serikat maupun negara-negara adidaya lainnya.

Undangan yang masuk dipenuhi demi menjaga roda komunikasi diplomatik tetap berjalan tanpa cacat. Prabowo memastikan politik luar negeri bebas aktif memberi keleluasaan penuh bagi Indonesia untuk merumuskan sikap secara mandiri di kancah global. *R101

 

Advertisement
Baca juga:  Korupsi Penyakit Berbahaya, Hukum harus Tegak
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Advertisement