Lokapalanews.id | Jakarta – Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar mewaspadai perlambatan laju pertumbuhan di sektor industri pengolahan dan pertanian meskipun ekonomi nasional pada triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan.
Said menyatakan sektor industri pengolahan melambat dari 5,04 persen pada triwulan I menjadi 4,52 persen pada triwulan II-2026. Sektor pertanian juga mengalami perlambatan dari 4,97 persen menjadi 3,8 persen pada periode yang sama.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada struktur ketenagakerjaan nasional di mana proporsi pekerja informal mendominasi hingga 59,3 persen atau 87,88 juta jiwa per Mei 2026. Pelebaran jarak antara sektor formal dan informal ini diduga memicu kenaikan rasio gini nasional menjadi 0,368 pada Maret 2026.
Banggar DPR mendesak pemerintah segera memperbaiki iklim usaha industri manufaktur serta memberikan program afirmasi jaminan sosial bagi para pekerja informal. Pemerintah juga diminta memperluas akses inklusi pendidikan tinggi untuk menekan kesenjangan sosial. *R102






