--- / --- 00:00 WITA

Prabowo Tabuh Genderang Perlawanan terhadap Ekonomi Neoliberal

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru ekonomi nasional dengan meninggalkan paradigma neoliberal yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026), Presiden memaparkan capaian swasembada pangan dan kemandirian energi sebagai bukti kedaulatan bangsa. Kebijakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku korupsi untuk segera menghentikan praktik yang merugikan negara.

Presiden secara terbuka meragukan efektivitas teori trickle-down effect yang selama ini menjadi kiblat ekonomi global. Baginya, membiarkan segelintir elite menguasai kekayaan dengan harapan akan mengalir ke rakyat bawah adalah sebuah kekeliruan fatal. Ia mengklaim langkah Indonesia kini sudah kembali ke jalur para pendiri bangsa yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Sebagai bukti konkret perubahan arah ekonomi, pemerintah telah mencatatkan capaian strategis seperti swasembada pangan di mana Indonesia telah berhenti bergantung pada impor dan mulai merambah pasar ekspor, kemandirian energi yang dibuktikan dengan peluncuran biodiesel B50 secara resmi menghentikan impor solar, diversifikasi bahan bakar berupa pengembangan bensin berbasis kelapa sawit, serta etanol dari singkong, jagung, dan sorgum tengah dikebut serta konsolidasi aset berupa penggabungan lebih dari 1.000 BUMN ke dalam sovereign wealth fund dengan nilai mencapai 1 triliun dolar AS.

Di hadapan para hadirin, Prabowo tidak menutupi ketegasannya terkait integritas birokrasi dan badan usaha milik negara. Ia menekankan bahwa anggaran negara adalah napas bagi layanan publik, pendidikan, hingga kesejahteraan aparat keamanan yang tidak boleh dicemari oleh tindakan koruptif.

Presiden memberikan ultimatum bagi para pelaku korupsi untuk segera mengembalikan kekayaan rakyat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah represif jika praktik korupsi terus mencederai upaya perbaikan sistemik yang sedang dijalankan. Meski membuka diri terhadap kritik konstruktif, posisi pemerintah terhadap pemberantasan korupsi tetap menjadi komitmen mutlak.

Baca juga:  Libur Lebaran 2026 Dongkrak Sektor Pariwisata, Ekonomi Nasional Bergerak Masif

Indonesia kini berada pada fase krusial dalam pembuktian kapasitasnya sebagai kekuatan ekonomi dunia. Jika target kemandirian bahan bakar berbasis tanaman tercapai dalam tiga hingga empat tahun ke depan, dampaknya diprediksi akan mengubah peta kesejahteraan petani secara nasional. Konsistensi kebijakan ini akan menjadi ujian nyata apakah optimisme Presiden mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global yang terus bergejolak. *R102

👁️ 4.484 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."