--- / --- 00:00 WITA

Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Prodi, Penutupan Jadi Opsi Terakhir

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco,

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan program studi (prodi) di seluruh perguruan tinggi secara komprehensif. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk merespons dinamika pasar kerja, melainkan sebagai upaya strategis meningkatkan kontribusi akademis terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Kebijakan penataan ini didasarkan pada evaluasi terukur yang mencakup aspek kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, hingga keberlanjutan akademik. Pemerintah menekankan bahwa transformasi prodi tidak bertujuan membuat institusi pendidikan tunduk sepenuhnya pada kepentingan industri, melainkan tetap menjaga mandat utama sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter bangsa.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menjelaskan bahwa penghapusan atau penutupan program studi bukanlah jalan pintas yang diambil pemerintah. Menurutnya, penutupan hanya akan menjadi opsi terakhir apabila sebuah prodi terbukti tidak lagi memenuhi standar mutu minimum dan gagal dikembangkan meskipun telah melalui berbagai tahap pembinaan serta transformasi.

Prioritas utama kementerian saat ini adalah mendorong penguatan kurikulum berbasis kompetensi dan skema major-minor. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki fleksibilitas lintas disiplin ilmu agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan. Pemerintah juga menginstruksikan perguruan tinggi untuk memperkuat pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi riset yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam arsitektur talenta nasional, Kemdiktisaintek menjamin posisi bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, dan pendidikan tetap krusial. Pemerintah menolak pandangan sempit yang melihat universitas hanya sebagai pabrik penyedia tenaga kerja. Sebaliknya, pendidikan tinggi dipandang sebagai fondasi peradaban yang harus melahirkan inovator, pemimpin, dan solusi bagi persoalan sosial-budaya.

Baca juga:  Respons Bencana, Kemdiktisaintek Mobilisasi 39 Kampus ke Sumatra

Guna mencapai sasaran “Diktisaintek Berdampak”, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah daerah terus diperkuat. Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem di mana lulusan tidak hanya terserap dalam lapangan kerja yang ada, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan lapangan kerja baru melalui inovasi dan kewirausahaan.

Kemdiktisaintek turut mengajak asosiasi profesi dan masyarakat akademik untuk terlibat aktif dalam menjaga relevansi pendidikan tinggi. Dengan penataan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis bonus demografi Indonesia dapat dikelola menjadi kekuatan nyata dalam mempercepat lompatan kemajuan bangsa di berbagai sektor strategis. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."