Lokapalanews.id | Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi maritim merupakan fondasi mutlak bagi Indonesia untuk mengelola kekayaan kelautan serta memperkuat posisi strategis di jalur perdagangan dunia secara mandiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Stella di atas geladak kapal legendaris KRI Dewa Ruci yang tengah bersandar di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Kehadirannya dalam acara Strategic Networking Evening yang menjadi bagian dari International Diplomacy Voyage Event ini menekankan urgensi transformasi riset kelautan Indonesia dari sekadar sejarah menjadi kekuatan ekonomi masa depan.
Dalam orasinya, Stella menyoroti KRI Dewa Ruci yang dibangun pada 1953 sebagai bukti nyata bahwa Indonesia telah memiliki akar teknologi maritim yang kuat sejak lama. Namun, ia mengingatkan agar bangsa ini tidak terlena dengan romantisasi sejarah, melainkan harus segera membangun kembali keunggulan riset maritim yang adaptif terhadap tantangan zaman.
“Tidak ada negara di dunia yang bisa maju perekonomiannya tanpa kekuatan sains dan teknologi. Riset kemaritiman merupakan hal yang harus dikembangkan dan memiliki dampak besar untuk perekonomian negara,” ujar Stella secara lugas di hadapan para pemangku kepentingan sektor maritim dan diplomasi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Sail Indonesia Jaya (YSIJ) bersama TNI Angkatan Laut ini bertujuan memperkenalkan potensi maritim Indonesia ke kancah global melalui jalur edukasi dan diplomasi. Stella menegaskan bahwa fokus Kemdiktisaintek saat ini adalah memastikan pengembangan sumber daya manusia selaras dengan visi tersebut. Ia memandang penggunaan kapal layar tinggi (tall ship) sebagai “sekolah kehidupan” bagi mahasiswa dan siswa SMK merupakan langkah tepat untuk mencetak talenta tangguh.
Lebih jauh, Stella mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri harus segera memperkuat ekosistem riset nasional. Salah satu proyek strategis yang kini tengah menjadi sorotan adalah pengembangan bioteknologi rumput laut. Inovasi ini diproyeksikan menjadi bahan bakar terbarukan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional berbasis sumber daya laut.
Dengan memperkuat pilar teknologi di sektor bahari, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pengelolaan lautnya sendiri, tetapi menjadi pemain kunci dalam inovasi maritim global. Melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat, kekayaan laut Indonesia dapat dikonversi menjadi kemakmuran ekonomi yang inklusif dan berbasis data ilmiah. *R104






