--- / --- 00:00 WITA

Mendiktisaintek: Sains dan Teknologi Kunci Hadapi Disrupsi Global

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat memberikan arahan dalam forum ERIA mengenai transformasi teknologi dan manajemen krisis global di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa penguatan ekosistem ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi merupakan fondasi utama bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan dalam forum internasional yang menyoroti kesiapan merespons krisis dan transformasi struktural guna menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika dunia yang kian kompleks.

Kehadiran Menteri Brian dalam Contingency Workshop on Hormuz Disruption Response yang diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, Kamis (23/4/2026), menjadi momentum untuk mempertegas posisi strategis Indonesia. Menurutnya, gangguan pada rantai pasok global, energi, hingga sektor perdagangan memerlukan respons yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berbasis pada kekuatan riset yang mendalam.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Dalam paparannya, Brian menyoroti bahwa dunia saat ini sedang berada dalam fase disrupsi yang berdampak langsung pada impor dan keamanan energi nasional. Indonesia dinilai memiliki posisi tawar yang cukup kuat, namun tetap dituntut untuk meningkatkan kesiapan nasional agar mampu mengambil keputusan secara cepat, terukur, dan strategis ketika terjadi gejolak di jalur perdagangan internasional.

Langkah ini, tegas Brian, selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar pada penguatan kemandirian strategis. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sektor-sektor yang masih rentan terhadap pengaruh eksternal, dengan menempatkan kemandirian energi sebagai prioritas utama yang harus didukung oleh sentuhan inovasi teknologi mutakhir.

“Teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam pembangunan kita ke depan. Situasi global yang penuh ketidakpastian ini harus dihadapi dengan kesiapan sains yang mumpuni,” ujar Menteri Brian di hadapan para delegasi dan pakar ekonomi Asia Timur.

Baca juga:  Komisi X DPR Respons Dinamika UU Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menekankan pentingnya sinergi triple helix antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memperkuat keterhubungan ekosistem ini agar setiap riset yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam perumusan kebijakan publik maupun penyelesaian persoalan strategis yang dihadapi bangsa.

Brian juga memberikan apresiasi tinggi kepada ERIA yang telah memfasilitasi ruang dialog lintas sektoral ini. Baginya, kualitas analisis dan perluasan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk melahirkan kebijakan yang lebih antisipatif dan berkelanjutan bagi transformasi ekonomi Indonesia di masa depan.

Forum ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi di atas kertas, melainkan berlanjut pada implementasi konkret dan kerja sama riset yang lebih luas. Penguatan kolaborasi internasional dianggap menjadi elemen krusial untuk memperkaya khazanah inovasi yang berdampak langsung pada ketahanan nasional Indonesia.

Melalui penguasaan sains dan teknologi, Kemdiktisaintek optimis Indonesia tidak hanya akan menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi mampu menjadi pemain kunci yang memiliki daya tahan struktural yang kokoh. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk membawa pendidikan tinggi dan riset nasional lebih berdampak bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."