--- / --- 00:00 WITA
Narasi  

Kualitas, Bukan Keramaian

Dua pria tampak berbincang akrab dengan latar belakang masjid, mencerminkan nilai-nilai persahabatan yang didasari oleh spiritualitas dan saling menghargai.

Lokapalanews.id | Pagi tadi saya duduk di teras. Menemani kopi hitam yang masih mengepul. Saya teringat percakapan dengan seorang kawan lama di sebuah bandara. Kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Tapi, rasanya seperti baru kemarin kami mengobrol di kantin kampus.

Itulah pertemanan. Kadang kita merasa harus selalu bersama. Harus punya lingkaran yang ramai. Harus sering update foto bareng. Padahal, esensinya bukan di situ.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Saya melihat banyak orang bangga dengan jumlah pengikutnya. Atau bangga karena jadwal nongkrongnya penuh. Tapi saat mereka jatuh, siapa yang ada? Belum tentu separuh dari keramaian itu muncul.

Bagi saya, pertemanan yang sehat itu sangat sederhana. Ia tidak diukur dari seberapa sering Anda jalan bareng. Bukan pula dari seberapa luas lingkaran sosial Anda. Pertemanan sehat adalah tentang kualitas, bukan kuantitas.

Dasarnya ada empat: saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling mendoakan.

Saling menjaga itu artinya tidak membiarkan satu sama lain jatuh ke dalam keburukan. Jika kawan kita mulai melenceng, kita pegang tangannya. Kita tarik kembali ke jalan yang benar. Bukan malah menyoraki atau ikut terjerumus.

Lalu, saling mengingatkan. Ini yang paling sulit. Kadang mengingatkan itu rasanya seperti menegur. Bisa bikin tersinggung kalau hati tidak lapang. Tapi niatnya murni untuk kebaikan. Sahabat sejati bukan mereka yang selalu memuji, tapi mereka yang berani bicara pahit demi kebaikan kita.

Terakhir, saling mendoakan. Ini puncaknya. Mendoakan dalam diam. Tulus dari hati yang paling dalam. Tanpa perlu orangnya tahu. Itulah bentuk cinta tertinggi dalam sebuah hubungan manusia.

Di zaman yang serba pamer ini, kita butuh lebih banyak pertemanan yang “sunyi” tapi berisi. Yang tidak butuh pengakuan publik, tapi kehadirannya menguatkan jiwa.

Baca juga:  Anak Kampus Nakal, 'Wali Kelas' Panggil, Ortu Jangan Main Lari

Kita tidak butuh banyak orang untuk merasa tidak sendirian. Kita hanya butuh beberapa orang yang tepat. Orang-orang yang membuat kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Sudahkah Anda mengecek kualitas lingkaran Anda hari ini? Atau Anda masih sibuk mengejar kuantitas yang fana? *yas

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."