--- / --- 00:00 WITA
Narasi  

Perut dan Peluru

Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Lokapalanews.id | Urusan perut itu sederhana, tapi bisa bikin negara runtuh kalau diabaikan. Anda tidak bisa menyuruh orang yang kelaparan untuk upacara bendera dengan khidmat. Itulah mengapa Presiden Prabowo Subianto sampai datang ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Hari Sabtu, 16 Mei 2026, beliau meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono. Kunjungan itu sekaligus meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Acara intinya sendiri sudah berlangsung sejak Kamis, 15 Mei 2026. Di sana, Presiden Prabowo mengucapkan kalimat yang sangat militer tapi sangat nyata. “Pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa,” tegasnya.

Beliau tidak melihat beras sebagai komoditas dagang belaka. Bagi seorang mantan komandan pasukan seperti beliau, logistik adalah kunci kemenangan.”Kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang,” kenang Presiden.

Dulu beliau selalu mengecek ketersediaan beras sebelum pasukannya berangkat operasi. Kini, sebagai kepala negara, pasukannya adalah ratusan juta rakyat Indonesia.

Tanggung jawabnya tentu berlipat ganda. “Saya yang bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar,” ujarnya, tanpa ragu.

He he. Beban yang berat. Tapi, ada kabar baik yang dibawa dari Nganjuk kemarin.

Menteri Pertanian dan timnya diberi target swasembada dalam empat tahun. Ternyata mereka bisa mewujudkannya hanya dalam waktu satu tahun saja. Presiden pun langsung mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim dan petani.

Hebatnya lagi, Indonesia kini tidak lagi sibuk mencari impor di tengah tantangan global. Malah sebaliknya, banyak negara lain yang antre mau beli beras dari kita.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita,” ungkapnya bangka.

Baca juga:  Maling Teriak Maling

Dunia memang sedang cemas karena banyak negara mulai membatasi ekspor pangan mereka. Tapi Presiden mengingatkan agar kita tidak gegabah. “Jangan nyetop, tapi jangan jual terlalu murah,” pesan beliau.

Prinsipnya jelas: amankan dulu perut rakyat sendiri di dalam negeri. Krisis dunia bisa berlangsung lama, jadi cadangan harus tetap kuat.

Walhasil, pencapaian ini membuktikan bahwa kita sebenarnya bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Sudah saatnya kita membuang jauh-jauh rasa rendah diri sebagai bangsa. Kita harus berani memamerkan kelebihan kita kepada dunia luar. “Bukan mengiklankan kebohongan, tapi kebenaran,” tutup Presiden Prabowo.

Sebab, kebenaran yang paling mutlak bagi sebuah bangsa adalah saat rakyatnya tidak lagi kelaparan. Apakah kita bisa terus konsisten menjaga isi piring ini tanpa lengah? *yas

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."