--- / --- 00:00 WITA
Hukum  

Polisi Selidiki Misteri Kematian WNA Swiss di Medewi

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.

Lokapalanews.id | Jembrana – Kepolisian Resor (Polres) Jembrana masih terus mendalami kasus kematian misterius seorang warga negara asing (WNA) asal Swiss yang ditemukan tidak bernyawa di sebuah vila di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan. Hingga kini, aparat penegak hukum belum dapat memastikan penyebab pasti kematian wisatawan tersebut dan masih fokus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi kunci guna mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan intensif di bawah penanganan Satuan Reserse Kriminal. Pihak kepolisian telah memetakan aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia untuk mencari petunjuk signifikan. Sejauh ini, tim penyidik telah memeriksa saksi-saksi yang memiliki kaitan erat dengan keseharian korban selama menetap di wilayah Bali Barat tersebut.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Kami masih mendalami kasus ini. Sejak peristiwa terjadi, saksi-saksi yang berkaitan dengan aktivitas terakhir korban sudah kami periksa,” ujar AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat memberikan keterangan resmi, Rabu (25/2/2026) petang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres didampingi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, untuk memberikan perkembangan terbaru terkait penanganan perkara.

Berdasarkan data hasil pendalaman sementara, korban diketahui telah berada dan menetap di Kabupaten Jembrana sejak Januari 2026. Korban merupakan wisatawan yang memiliki ketertarikan khusus pada olahraga air. Selama masa tinggalnya, korban rutin memanfaatkan waktu untuk menyalurkan kegemarannya berselancar di perairan Pantai Medewi yang dikenal sebagai salah satu titik selancar terbaik di Bali.

“Informasi yang kami peroleh, korban memang hobi surfing. Bahkan dalam sehari bisa dua kali berselancar,” ungkap Citra menjelaskan rutinitas fisik korban sebelum insiden terjadi. Aktivitas rutin ini menjadi salah satu poin yang didalami penyidik untuk melihat apakah ada kaitan antara kondisi fisik pasca-berolahraga dengan penyebab kematian korban, atau terdapat faktor eksternal lainnya.

Dalam upaya menuntaskan prosedur hukum dan medis, Polres Jembrana telah menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan pihak Konsulat Swiss di Bali. Koordinasi ini sangat krusial, terutama berkaitan dengan rencana pelaksanaan autopsi guna mengetahui penyebab medis kematian secara pasti. Sesuai dengan protokol hukum internasional dan kedokteran forensik, tindakan bedah mayat memerlukan izin resmi dari pihak ahli waris.

Baca juga:  Polda Bali Ungkap Sindikat Mutilasi Lintas Negara

“Terkait pelaksanaan tindakan medis tersebut (autopsi) masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban,” jelas Kapolres. Kepastian mengenai penyebab kematian kini bergantung pada keputusan keluarga besar korban di Swiss yang memegang hak atas penanganan jenazah secara medis maupun proses repatriasi nantinya.

Informasi terbaru dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa keluarga korban telah menyatakan niatnya untuk segera bertolak ke Bali. Kehadiran keluarga secara langsung diperlukan untuk mengikuti seluruh prosedur penanganan lanjutan yang dijalankan oleh Polres Jembrana dan pihak medis. Saat ini, keluarga korban dilaporkan sedang mempercepat pengurusan dokumen perjalanan internasional guna menuju Jembrana.

“Kami masih menunggu persetujuan keluarga. Mereka sedang mengurus paspor dan akan datang ke Jembrana,” tandas Citra. Kedatangan pihak keluarga diharapkan dapat memberikan keterangan tambahan mengenai riwayat kesehatan korban yang mungkin dapat membantu penyidik menyimpulkan penyebab kematian tanpa mengesampingkan bukti-bukti fisik di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah WNA asal Swiss tersebut masih disemayamkan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. Penjagaan dan penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur standar sambil menunggu kedatangan keluarga dan keputusan mengenai tindakan otopsi. Kepolisian menegaskan akan tetap mengedepankan profesionalisme dan transparansi dalam mengungkap misteri kematian wisatawan asing ini guna menjaga citra pariwisata Bali yang aman bagi wisatawan mancanegara.

Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelumnya telah dilakukan untuk memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang atau tanda-tanda kekerasan yang kasatmata. Namun, kesimpulan akhir tetap harus menunggu hasil pemeriksaan forensik yang komprehensif. Polres Jembrana berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara cepat dan akurat sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."