Institusi pendidikan tinggi semestinya menjadi benteng terakhir penjaga nalar kritis dan tata kelola yang bersih. Namun, keputusan pengurus sebuah yayasan pendidikan di Bali melalui surat…
Kolom
Jerat Regulasi dan Ilusi Kemerdekaan Pers
Konstitusi Indonesia secara gagah menjamin kebebasan berekspresi, namun di lembar realitas, pilar keempat demokrasi ini terus didera kecemasan sistemik yang akut. Lahirnya berbagai regulasi yang…
Masa Depan Berita: Ketika Google dan AI Lebih Berkuasa daripada Wartawan
Apakah kita sedang menyaksikan “prosesi pemakaman” jurnalisme, atau sekadar perpindahan nisan dari kertas ke server awan yang dingin? Pernyataan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar…
Quo Vadis Pendulum Otonomi Daerah?
Reformasi 1998 menandai lahirnya babak baru hubungan pusat dan daerah di Indonesia. Sentralisasi yang selama puluhan tahun menjadi watak dominan penyelenggaraan negara bergeser menuju desentralisasi…
Paradox Ketersinggungan: Ketika Kebenaran Dikriminalisasi di Ruang Digital
Pernahkah kita membayangkan sebuah masa di mana kejujuran bukan lagi sebuah kebajikan, melainkan sebuah risiko hukum yang mahal? Di tengah riuhnya lalu lintas informasi digital…
Toga yang Tergadai
Pendidikan tinggi seharusnya menjadi mesin penggerak mobilitas sosial, sebuah jembatan yang membawa anak-anak bangsa melintasi jurang kemiskinan menuju kemandirian ekonomi. Namun, belakangan ini, wajah perguruan…
Membasuh Wajah Peradaban: Menggugat Akar Pendidikan di Bawah Panji Pancasila dan Ajaran Bung Karno
(Refleksi Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026) Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni rutin untuk mengenang kelahiran Sang Maestro, Ki Hadjar Dewantara. Ia adalah momentum…
Paradoks AI: Teknologi Berkembang, Seribu Jurnalis Terbuang
Dunia pers Indonesia sedang berdiri di persimpangan jalan yang ganjil, sebuah paradoks yang barangkali tak pernah terbayangkan oleh para perintis media cetak seabad silam. Di…
Paradoks Lidah Pejabat: Antara Ego Feodal dan Krisis Empati Publik
Ada sebuah paradoks yang menggelitik dalam lanskap politik kita hari ini. Di satu sisi, kita merayakan era keterbukaan informasi di mana setiap kata yang terucap…
Akrobat Lidah Pejabat dan Defisit Empati di Ruang Publik
Jika mulut adalah jendela jiwa, maka bagi seorang pejabat publik, setiap kata yang terlontar adalah cermin dari kualitas kepemimpinan dan kedalaman rasa tanggung jawabnya. Namun,…
Demokrasi tanpa Cermin: Ketika Pers tak lagi Berani Menampar Realitas
Apakah pers kita benar-benar telah merdeka, atau sekadar berpindah dari penjara fisik ke penjara digital yang lebih sunyi namun mematikan? Setiap tanggal 3 Mei, retorika…
Menjaga “Hati” di Tengah Invasi Akal Imitasi
Dunia pers hari ini sedang berdiri di persimpangan yang ganjil, sebuah masa di mana kata-kata bisa diproduksi lebih cepat daripada detak jantung manusia. Kita telah…
Kado Pahit Hardiknas: Arogansi Yayasan dan Lonceng Kematian Nalar Kritis di Kampus
Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap 2 Mei seharusnya menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan berpikir. Namun, bagi sebagian insan akademik, hari ini justru terasa…
Menolak Senjakala: Jurnalisme Makna di Tengah Banjir Bandang Informasi
Apakah kita sedang menyaksikan prosesi pemakaman peradaban literasi, atau sekadar perpindahan wadah bagi kebenaran? Pertanyaan ini menghantui setiap sudut ruang redaksi ketika deru mesin cetak…
May Day: Menagih Janji Kesejahteraan dalam Dekapan Welfare State
Hari Buruh Internasional, atau May Day, bukan sekadar seremoni merah di kalender. Ia adalah monumen hidup dari tetes keringat yang menggerakkan roda peradaban. Di Indonesia,…
Pura IKN, Kontestasi Otoritas, dan “Kebisingan” di Ruang Digital
Apakah sebuah rumah ibadah yang seharusnya menjadi simbol ketenangan spiritual dapat berdiri kokoh di atas fondasi yang diguncang oleh perselisihan administratif dan kegaduhan media sosial?…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

