--- / --- 00:00 WITA

Grand Inna Malioboro Reinkarnasi Jadi ‘De Djokja’ Bintang Lima

Grand Inna Malioboro resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, sebuah hotel bintang lima di jantung Malioboro. Revitalisasi di bawah InJourney Hospitality ini mengembalikan nama asli hotel yang didirikan tahun 1911 sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan budaya Yogyakarta.

Lokapalanews.id | Jakarta – Hotel legendaris di jantung Malioboro, Grand Inna Malioboro, resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja. Perubahan ini menandai kembalinya identitas historis hotel bintang lima tersebut, mengusung filosofi Heritage Legacy, Timeless Luxury.

Transformasi yang diumumkan pada 28 Oktober 2025 ini merupakan langkah strategis InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour (member dari InJourney) dalam melestarikan cagar budaya sekaligus mengembangkan pariwisata premium.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Kembali ke Nama Asal 1911
Jejak sejarah hotel ini dimulai pada tahun 1911, ketika didirikan oleh arsitek Belanda sebagai salah satu hotel termewah, menjadi tempat singgah para bangsawan dan tokoh penting internasional. Hotel ini telah menjadi saksi sejarah bangsa dan mengalami beberapa kali pergantian nama, antara lain: Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), hingga Grand Inna Malioboro (2017).

Kini, setelah lebih dari satu abad, hotel bersejarah ini kembali menggunakan nama aslinya, Grand Hotel De Djokja, sebagai penghormatan terhadap warisan budaya dan akar sejarah Yogyakarta.

Christine Hutabarat, Direktur Utama InJourney Hospitality, menyampaikan bahwa revitalisasi ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya.

“Transformasi Grand Hotel De Djokja, bukan sekedar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang,” ujar Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja.

Perpaduan Warisan dan Kemewahan Kontemporer
Revitalisasi di bawah inisiatif strategis The Heritage Collection tidak hanya berfokus pada pemugaran arsitektur, tetapi juga mempertahankan elemen dan nilai-nilai historis. Arsitektur kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa dihidupkan kembali dengan pelayanan berkelas dunia.

Baca juga:  Truntum Cihampelas Capai Posisi Top 10 Hotel Terbaik Bandung

Hotel ini kini menawarkan pengalaman menginap mewah dengan interior yang memadukan unsur Jawa dan klasik Indies. Fasilitas penunjang meliputi kamar dan Heritage Suite yang lega, dua restoran mewah – ROSO (kuliner Indonesia) dan WIJI (kuliner Pan Asia dan internasional)—serta Djati Lounge dengan nuansa Indies klasik.

Selain itu, hotel ini dilengkapi dengan Omah Lulu Kids Club, spa, gym, kolam renang dengan pemandangan langsung ke Jalan Malioboro, serta fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) termegah di pusat kota, yaitu dua ballroom dan 18 ruang rapat.

Transformasi ini ditegaskan sebagai babak baru bagi ikon Malioboro, memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas dunia di mana kemewahan dan sejarah berpadu.
*R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."