Lokapalanews.id | Jakarta – Komisi VI DPR RI berencana memanggil PT Pertamina (Persero) guna meminta penjelasan terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi serta potensi migrasi konsumsi masyarakat ke jenis BBM bersubsidi.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menyatakan penyesuaian harga tersebut dipicu oleh ketidakpastian kondisi global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah. Adisatrya menjelaskan beban pemerintah sangat berat sehingga penyesuaian harga menjadi langkah yang sulit dihindari.
“Situasi perang berkepanjangan dan nilai tukar rupiah yang melemah, sementara minyak kita masih impor, tentu menjadi beban bagi pemerintah,” ujar Adisatrya di Ruang Rapat Komisi VI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Kenaikan harga BBM berisiko meningkatkan biaya logistik yang berpotensi mendorong inflasi harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Adisatrya menekankan perlunya menjaga stabilitas harga agar sektor usaha kecil dan menengah tidak terdampak hingga terjadi pemutusan hubungan kerja.
Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti kekhawatiran terkait potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Kondisi tersebut berisiko memicu kelangkaan stok BBM bersubsidi apabila tidak diantisipasi secara dini oleh pihak Pertamina di lapangan.
Komisi VI menuntut Pertamina menjamin ketersediaan pasokan energi nasional tetap terjaga dengan baik. Pengawasan ketat akan terus dilakukan DPR untuk memastikan keseimbangan antara keberlanjutan fiskal negara dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat. *R101
-
Keyword Utama:
-
Tags:
-
Keterangan Foto:
-
Slug URL: komisi-vi-dpr-panggil-pertamina-bahas-kenaikan-harga-bbm






