--- / --- 00:00 WITA

Bangun Pariwisata Berkelanjutan, Kemenpar Ajak Negara Anggota COMCEC Terapkan Ekonomi Biru dan Hijau

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani Mustafa saat menyampaikan sambutan pada lokakarya internasional "Empowering Sustainable Tourism: Integrating Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) into Tourism Operations" di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar lokakarya internasional bersama Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMCEC) untuk mendorong penerapan konsep Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) dalam sektor pariwisata. Lokakarya ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan dan inklusif.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, menjelaskan pariwisata merupakan sektor yang berkontribusi besar pada ekonomi, namun juga rentan terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. “Lokakarya ini menjadi upaya Kemenpar untuk memberikan pemahaman dan praktik terbaik BGCE kepada para peserta,” kata Rizki dalam sambutannya di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Komitmen pemerintah terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2029. Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 43,2 persen pada 2030, serta pengelolaan 70 persen limbah pada 2025.

Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan berbagai pakar dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengalaman. Salah satu sesi membahas praktik terbaik dari industri perhotelan di Turki dalam memajukan pariwisata berkelanjutan, sementara topik lainnya mengupas tuntas standar ASEAN Green Hotel.

Menurut Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan, Amnu Fuadiy, lokakarya ini diikuti oleh 70 peserta dari delegasi negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), perwakilan kementerian/lembaga, pelaku industri perhotelan, akademisi, hingga pakar keberlanjutan.

Selain sesi diskusi, peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Pullman Jakarta Central Park dan Taman Safari Indonesia di Bogor untuk melihat langsung implementasi langkah-langkah keberlanjutan. *R103