Lokapalanews.id | Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menantang ribuan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) untuk menjadi “agen” utama yang membangun wisata gastronomi Indonesia. Menurutnya, inovasi dan riset dari generasi muda adalah kunci untuk membawa cita rasa Nusantara ke kancah global.
Dalam sebuah kuliah umum yang digelar secara hibrida, Selasa (19/8/2025), Ni Luh Puspa menegaskan bahwa gastronomi lebih dari sekadar kuliner. “Ini adalah kekuatan budaya dan ekonomi yang nyata, di mana setiap hidangan punya narasi kuat dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Ia menyebut rempah-rempah sebagai DNA kuliner Indonesia, yang tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga membawa jejak sejarah dan identitas bangsa. Hal ini yang membedakan wisata gastronomi dengan wisata kuliner biasa.
Data menunjukkan, ekspor rempah Indonesia tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir, dengan nilai rata-rata mencapai 589 juta dollar AS per tahun. Indonesia pun menempati peringkat keempat produsen rempah dunia.
Untuk memajukan sektor ini, Kementerian Pariwisata telah merumuskan lima program unggulan, termasuk “Pariwisata Naik Kelas” dan “Desa Wisata”. Kedua program ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas tinggi dan mendorong ekonomi desa melalui pengangkatan kuliner lokal sebagai daya tarik utama.
Selain itu, kerja sama internasional juga diperkuat, salah satunya dengan Prancis melalui Pekan Gastronomi. “Ini bukan hanya promosi rasa, tetapi bentuk nyata dari diplomasi lintas budaya yang saling memperkaya,” pungkas Ni Luh Puspa. *R105






