--- / --- 00:00 WITA
Daerah  

Arus Penumpang di Bandara Ngurah Rai Sentuh 13 Juta Jiwa

Aktivitas pergerakan penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Agustus 2026.

Lokapalanews.id | Mangupura – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 13,2 juta pergerakan penumpang sepanjang Januari hingga Juli 2026, ditopang dominasi rute internasional asal Australia.

Angka masif tersebut membuktikan denyut pariwisata Pulau Dewata kembali menderu kencang. Lonjakan mobilitas udara tidak menyisakan ruang bagi kelengahan operasional.

Dominasi Pelancong Mancanegara dan Rute Global

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menegaskan seluruh proses kebandarudaraan berjalan mulus tanpa hambatan berarti. “Seluruh operasional penerbangan dan kebandarudaraan berjalan lancar,” ujar Nugroho di Mangupura, Rabu (26/8/2026). Rinciannya, dari total 13,2 juta penumpang, sebanyak 8,5 juta merupakan pelancong mancanegara dan 4,7 juta penumpangnya berasal dari rute domestik. Sektor pesawat mencatat 80 ribu pergerakan, terbagi atas 43 ribu rute internasional dan 36 ribu domestik.

Singapura memimpin daftar rute internasional terpadat dengan 1,5 juta penumpang. Kuala Lumpur mengekor di posisi kedua lewat 903 ribu orang. Perth, Melbourne, serta Sydney menyusul ketat masing-masing dengan 687 ribu, 630 ribu, dan 494 ribu penumpang. Sebanyak 44 maskapai bahu-membahu menghubungkan Bali dengan 42 rute lintas negara di 16 belahan dunia. Australia keluar sebagai penguasa tunggal dengan kepemilikan 12 rute terbanyak.

Kantor Imigrasi Ngurah Rai mencatat 4 juta wisatawan asing mendarat di Bali selama tujuh bulan pertama tahun ini. Warga negara Kanguru mendominasi lewat angka 1 juta jiwa atau seperempat dari total kunjungan. China menyumbang 358 ribu orang, India 327 ribu, Korea Selatan 174 ribu, serta Britania Raya 172 ribu.

Konektivitas Domestik dan Peran Strategis Hub

Alih-alih hanya melayani penerbangan asing, simpul udara ini juga menjadi penggerak utama mobilitas dalam negeri. Cengkareng memegang takhta rute domestik tergemuk dengan 2,1 juta penumpang. Surabaya menyusul di urutan kedua membawa 738 ribu orang. Labuan Bajo, Makassar, dan Lombok Praya masing-masing mencatat 309 ribu, 258 ribu, serta 253 ribu penumpang. Jaringan domestik diperkuat oleh 11 maskapai yang mengoperasikan 24 rute penghubung.

Baca juga:  Bali Raih Predikat Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

Bandara ini tidak sekadar tempat transit. Perannya melebar sebagai hub strategis yang mendistribusikan pelancong menuju destinasi eksotis tetangga seperti Labuan Bajo dan Lombok.

Lonjakan Kargo dan Komitmen Keselamatan

Padahal, tantangan logistik udara tidak kalah pelik. Volume kargo menyentuh angka 67 ribu ton dalam periode yang sama. Rinciannya mencakup 50 ribu ton kargo internasional dan 17 ribu ton kargo domestik.

Nugroho memastikan momentum trafik positif ini menjadi bahan bakar untuk memperketat standar keamanan penerbangan. Apresiasi dilayangkan kepada seluruh pemangku kepentingan yang menjaga konsistensi layanan. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."