--- / --- 00:00 WITA

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Terapkan Pola Pikir Adaptif

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyampaikan pidato dalam acara Dies Natalis Universitas PGRI Semarang di Semarang, Kamis (23/7).

Lokapalanews.id | Semarang – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mendorong perguruan tinggi mengimplementasikan pola pikir adaptif dalam tata kelola untuk memaksimalkan bonus demografi dan menjawab tantangan masa depan saat menghadiri Dies Natalis Universitas PGRI Semarang, Kamis (23/7).

Dorongan tersebut disampaikan Fauzan menyusul data Badan Pusat Statistik 2025 yang mencatat Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi Indonesia masih berada di angka 32,89 persen. Angka itu tertinggal dari rata-rata dunia sebesar 40 persen serta sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia di angka 43 persen, Thailand 49,29 persen, dan Singapura 91,09 persen.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Selain itu, data Badan Pusat Statistik 2024 menunjukkan 3,4 juta penduduk Indonesia berusia 16 hingga 18 tahun tidak pernah atau tidak lagi bersekolah, dengan Jawa Tengah menempati posisi kedua terbanyak dengan 28,40 persen. Dinamika global dari laporan World Economic Forum 2025 juga memproyeksikan 59 persen angkatan kerja dunia memerlukan pelatihan ulang dan 39 persen keterampilan inti dunia kerja akan berubah pada 2030.

Fauzan menegaskan, perubahan akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan menuntut institusi pendidikan tinggi memperbarui sistem pembelajaran agar relevan. Menurut dia, momentum bonus demografi merupakan keuntungan alamiah yang hanya datang sekali dalam sejarah dan wajib dimanfaatkan secara maksimal.

Rektor Universitas PGRI Semarang Sapto Budoyo menyatakan, perayaan Dies Natalis ke-45 menjadi momentum refleksi untuk memperkuat budaya mutu dan inovasi kampus. Ia menegaskan institusinya berkomitmen menghadirkan perubahan serta memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat Indonesia. *R104

👁️ 7.844 pembaca