--- / --- 00:00 WITA

Kemenpar Kejar Pasar Korea Selatan Lewat Misi Dagang di Busan

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, memaparkan data capaian Indonesia Sales Mission 2026 di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pariwisata menjajaki pasar Korea Selatan melalui Indonesia Sales Mission 2026 di Busan dan Gwangju pada 10-12 Juni. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan berkualitas melalui kemitraan strategis dengan pelaku industri lokal. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian promosi setelah Seoul International Travel Fair 2026 berlangsung.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa kegiatan ini menyasar minat pasar spesifik. Fokus utamanya adalah produk wisata luxury, marine, wellness, dan gastronomi Indonesia. Selama acara, sebanyak delapan pelaku industri pariwisata Indonesia turut mempromosikan destinasi unggulan seperti Bali dan Batam.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa Korea Selatan merupakan pasar prioritas dengan tren kunjungan yang terus meningkat. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan Korea Selatan ke Indonesia mencapai 496.862 orang. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 13,97 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dalam sesi business matching yang didukung KBRI Seoul dan ITPC Busan, delapan pelaku usaha dipertemukan dengan 27 hingga 30 buyer potensial. Pertemuan ini menghasilkan potensi kunjungan sebanyak 3.470 orang. Estimasi potensi devisa dari kesepakatan tersebut mencapai Rp9,4 miliar.

“Capaian ini menunjukkan tingginya minat pasar Korea Selatan terhadap destinasi dan produk pariwisata Indonesia,” ujar Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. Penetrasi pasar dilakukan secara lebih terarah agar mampu menggaet wisatawan yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Selain menjaring pembeli melalui pertemuan bisnis, Kementerian Pariwisata memperkuat komitmen melalui instrumen hukum. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gwangju Metropolitan City Tourism Association. Kesepakatan ini mencakup penyelenggaraan seminar dan pertukaran informasi industri.

Baca juga:  Bali Sabet Pulau Terbaik Asia, Masuk 10 Besar Dunia

Kedua belah pihak berencana melakukan business-to-business secara berkelanjutan sebagai langkah mitigasi penurunan minat pasar. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai detail teknis pembagian porsi pemasaran dalam kerja sama tersebut. Namun, sinergi ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di pasar Asia Timur.

Ke depan, efektivitas promosi akan bergantung pada kemampuan pelaku industri dalam mengonversi potensi tersebut menjadi kunjungan nyata. Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi kualitas layanan bagi wisatawan Korea yang memiliki standar preferensi tinggi. Kementerian Pariwisata berupaya memastikan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka. *R102

👁️ 5.858 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."