Lokapalanews.id | Mangupura – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerataan investasi pariwisata agar tidak lagi berpusat di Bali. Upaya ini dilakukan untuk memperluas manfaat ekonomi ke berbagai destinasi potensial lainnya di seluruh Indonesia.
Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada periode terbaru. Dari jumlah tersebut, hampir 7 juta kunjungan masih terpusat di Bali, yang mencerminkan dominasi kuat pulau tersebut dalam peta pariwisata nasional.
Konsentrasi investasi yang menumpuk di Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud memerlukan strategi distribusi yang lebih merata. Widiyanti menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan yang menunggu pengembangan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata kini memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan destinasi regeneratif lainnya. Langkah ini bertujuan menciptakan pusat pertumbuhan baru guna memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Kita mengajak investor melihat peluang di luar Bali agar industri pariwisata lebih seimbang dan inklusif,” ujar Widiyanti dalam acara Investor Roundtable 2026 di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/5/2026).
Kementerian Pariwisata juga berencana menerapkan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API) bagi seluruh akomodasi. Sistem ini memastikan setiap penginapan yang dipasarkan secara digital telah mengantongi izin resmi untuk memperbaiki kualitas tata kelola sektor akomodasi.
Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani, menyebut forum dialog ini sebagai sarana memetakan dinamika industri terkini. Masukan dari pelaku usaha di Bali akan menjadi acuan strategis dalam merumuskan kebijakan investasi pariwisata nasional yang lebih hijau.
Hingga kini, kementerian terus menyerap aspirasi dari pemerintah daerah, asosiasi, hingga penasihat investasi untuk memitigasi tantangan di lapangan. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang kompetitif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di setiap destinasi wisata.
Keberhasilan strategi ini akan diuji melalui kemampuan pemerintah dalam mengalihkan minat investor ke wilayah baru di luar Pulau Dewata. Apakah pemerataan ini mampu menekan beban kepadatan di Bali sekaligus mendongkrak ekonomi daerah lainnya secara signifikan? *R102






