--- / --- 00:00 WITA

Mentan Pastikan Stok Beras Aman 11 Bulan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memaparkan data ketersediaan pangan nasional yang mencukupi hingga 10,8 bulan ke depan di Jakarta.

Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali meski dihadapkan pada dinamika geopolitik global serta ancaman fenomena iklim ekstrem. Berdasarkan data per Maret 2026, stok beras nasional tercatat sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Ketersediaan komoditas utama ini dipastikan mampu menjamin konsumsi publik hingga hampir satu tahun ke depan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Amran merinci bahwa ketersediaan beras saat ini mencapai total 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari cadangan yang dikelola Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sebanyak 12,50 juta ton, serta proyeksi dari padi siap panen (standing crop) mencapai 11,73 juta ton. Dengan volume tersebut, ketahanan stok beras nasional secara kalkulasi cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 324 hari ke depan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran, Jumat (6/3/2026). Ia menegaskan bahwa surplus produksi di atas kebutuhan konsumsi bulanan menjadi fondasi utama stabilitas pangan saat ini.

Kinerja produksi padi pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional tercatat menembus angka 16,92 juta ton. Rata-rata produksi bulanan berada pada rentang 2,6 juta hingga 5,7 juta ton. Angka ini secara konsisten melampaui rata-rata konsumsi nasional yang berada di kisaran 2,59 juta ton per bulan, sehingga terjadi akumulasi cadangan pangan yang kuat.

Pemerintah melalui Perum BULOG juga terus memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP). Saat ini, stok di gudang BULOG yang mencapai 3,7 juta ton diproyeksikan bakal menembus angka 5 juta ton dalam dua bulan ke depan. Peningkatan cadangan ini didorong oleh masuknya hasil panen raya dari berbagai sentra produksi padi di daerah, yang sekaligus berfungsi untuk menyerap hasil tani agar harga di tingkat produsen tetap terjaga.

Baca juga:  Bali Raih Predikat Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

Guna menjaga konsistensi produksi di tengah risiko kekeringan dan fenomena El Nino, Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai langkah mitigasi. Program pompanisasi menjadi strategi andalan untuk mengairi lahan-lahan tadah hujan. Amran menyebutkan bahwa tahun lalu program ini telah mencakup 1,2 juta hektare lahan, dan pada tahun 2026 pemerintah menambah alokasi untuk 1 juta hektare lahan tambahan agar produktivitas tidak terganggu meski musim kemarau tiba.

Selain infrastruktur air, faktor produksi seperti pupuk juga dipastikan tidak mengalami kendala. Mentan menyatakan stok pupuk saat ini dalam kondisi mencukupi dengan tren harga yang justru mengalami penurunan sekitar 20 persen. Penurunan harga input produksi ini diharapkan menjadi stimulus bagi para petani untuk meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas lahan mereka di seluruh wilayah Indonesia.

Strategi lain yang diterapkan adalah optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi. Lahan rawa dinilai memiliki potensi besar sebagai penyangga produksi saat musim kering melanda daerah lain yang kekurangan pasokan air. Melalui pengolahan lahan rawa yang tepat, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap stabil sepanjang tahun tanpa bergantung pada impor dalam jumlah besar.

Andi Amran Sulaiman menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus diperkuat. Pengawasan stok di pasar serta distribusi barang dilakukan secara intensif untuk mencegah terjadinya spekulasi harga. Pemerintah menjamin bahwa ketersediaan pangan yang kuat akan menjadi modal stabilitas ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian global di tahun 2026. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."