Lokapalanews.id | Jakarta – Eskalasi unjuk rasa besar-besaran yang melanda Iran selama dua pekan terakhir memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga negara asing, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI). Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menempatkan perlindungan dan keamanan WNI sebagai prioritas tertinggi di tengah situasi yang kian mencekam.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat, konflik ini telah merenggut sedikitnya 538 korban jiwa. Demonstrasi yang awalnya dipicu oleh lonjakan inflasi pada mata uang Rial tersebut dengan cepat bertransformasi menjadi aksi protes politik yang menuntut perubahan sistem pemerintahan.
“Pemerintah harus memastikan seluruh WNI di sana berada dalam kondisi aman dan terlindungi sepenuhnya. Keselamatan mereka tidak bisa ditawar,” tegas Oleh Soleh dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Langkah Antisipasi dan Rencana Evakuasi
Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran bergerak proaktif melakukan pemetaan sebaran lokasi WNI. Ia menekankan pentingnya penguatan saluran komunikasi darurat agar seluruh warga Indonesia bisa mendapatkan informasi terkini mengenai titik-titik rawan konflik yang harus dihindari.
Oleh juga mendorong Kemenlu untuk segera mematangkan rencana kontinjensi. Hal ini mencakup kesiapan teknis untuk melakukan evakuasi jika stabilitas keamanan di Iran terus merosot dan membahayakan nyawa warga sipil.
“Kita tidak boleh bersikap reaktif. Jangan menunggu situasi memburuk baru bertindak. Langkah-langkah antisipatif dan persiapan evakuasi harus disiagakan sejak dini untuk mencegah adanya korban dari warga kita,” ujar legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat XII tersebut.
Koordinasi Lintas Instansi
Komisi I DPR RI berkomitmen untuk memantau perkembangan di Iran secara intensif. Oleh Soleh menyatakan bahwa koordinasi lintas kementerian perlu diperkuat guna memastikan respons negara berjalan cepat dan tepat sasaran. Fokus utama adalah memastikan tidak ada satu pun WNI yang terjebak di tengah area demonstrasi yang berisiko tinggi.
Hingga saat ini, gelombang protes dilaporkan telah meluas ke hampir seluruh wilayah Iran. Selain isu ekonomi, krisis ini menjadi salah satu tantangan keamanan domestik paling signifikan bagi otoritas di Teheran dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Indonesia pun diminta terus melakukan evaluasi berkala terhadap status keamanan bagi para pelajar, pekerja, maupun diplomat yang menetap di sana. *R101






