--- / --- 00:00 WITA
Tekno  

Potensi Ekonomi AI ASEAN Capai USD 1 Triliun 2030

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memberikan sambutan dalam penandatanganan MoU dengan ASEAN Foundation di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan potensi ekonomi industri kecerdasan buatan di kawasan ASEAN mencapai USD 1 triliun pada 2030. Indonesia diproyeksikan menyumbang nilai sebesar USD 366 miliar atau sekitar Rp 5.600 triliun.

Nezar menyampaikan hal itu dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Kemkomdigi dan ASEAN Foundation di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Ia menekankan pencapaian tersebut memerlukan keseriusan seluruh negara anggota dalam membangun ekosistem teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Pemerintah menyiapkan program riset bidang AI untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia menghadapi transformasi digital. Kepala BPSDM Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyebut tiga program utama yakni AI Talent Factory, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy.

Program tersebut bertujuan membangun literasi digital masyarakat secara masif di kawasan ASEAN. Kemkomdigi juga bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya untuk pengembangan AI di berbagai sektor.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menilai AI sebagai kunci utama percepatan transisi digital dan pembangunan kawasan. Pihaknya terus berkolaborasi dengan komunitas lokal guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya menyoroti pentingnya adopsi teknologi ini dalam forum di Bali, 18 April 2026. Ia menyebut pemanfaatan AI berpotensi menambah kontribusi sebesar 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.

Meutya menegaskan bahwa daya saing bangsa saat ini ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Kemajuan tersebut menjadi faktor penentu utama di tengah dinamika ekonomi digital global yang berkembang sangat pesat. *R102