--- / --- 00:00 WITA
Tekno  

Menjaga Batas Usia Digital Anak Lewat Sanksi Platform

Menkomdigi Meutya Hafid berbincang-bincang dengan pelajar pada Peringatan Bersama Hari Anak Nasional di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital resmi menetapkan kebijakan penundaan akses media sosial berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah drastis ini diambil untuk membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan siber, kecanduan digital, hingga eksploitasi tersembunyi di balik layar gawai.

Gempuran teknologi di era modern menawarkan sejuta pintu pengetahuan baru bagi anak-anak di ruang kelas maupun rumah. Namun, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memandang kemajuan tersebut menyimpan celah gelap yang kerap luput dari pengawasan orang tua. Bahaya nyata itu mengincar mulai dari gangguan tidur kronis hingga jerat child grooming oleh orang dewasa berniat jahat.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Ancaman terbesar bersembunyi di balik fitur interaksi langsung yang membebaskan orang asing berkomunikasi tanpa filter ketat. Pemerintah menilai pembatasan usia semata tidak akan pernah cukup meredam laju kejahatan jika sistem di dalam aplikasi dibiarkan begitu saja. Negara menuntut para raksasa teknologi untuk merombak arsitektur produk mereka agar lebih berpihak pada keselamatan anak.

Bola panas kini berada di tangan para penyelenggara sistem elektronik untuk segera membenahi mahakarya digital mereka. Pemerintah memberikan ruang bagi platform untuk keluar dari kategori berisiko tinggi dengan syarat mutlak menghapus celah bahaya. Pembersihan konten negatif, penjinakan algoritma pemicu kecanduan, serta pencabutan fitur kontak bebas dari orang tak dikenal menjadi harga mati.

Gelombang dukungan pun mulai mengalir dari dunia pendidikan di ibu kota melalui Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital. Guru dan pelajar bersama-sama menyatakan komitmen memperkuat benteng pertahanan keluarga, sekolah, dan negara. Kebijakan ini menegaskan bahwa kecakapan digital sejati bukan soal tenggelam dalam dunia maya, melainkan keberanian menjaga keseimbangan hidup di dunia nyata. *R105

👁️ 6.707 pembaca