--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Kemkomdigi Sebut AI dan Disinformasi Tantangan Komunikasi Publik

Dirjen KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, memberikan paparan dalam Rapat Kerja Nasional ISKI 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital menilai penyebaran disinformasi serta perkembangan kecerdasan artifisial menjadi tantangan utama pembangunan ruang informasi sehat di Indonesia. Fenomena ini menuntut peran strategis ilmu komunikasi dalam membedakan fakta dan manipulasi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Ia menekankan bahwa teknologi mempermudah produksi konten yang tampak meyakinkan meski mengandung manipulasi.

Ruang Sponsor & Kemitraan

Tampilkan brand atau produk Anda bersama Lokapalanews.id

Hubungi Bagian Iklan

Fifi memaparkan, Kemkomdigi menangani 235.909 konten negatif di ruang digital selama periode Januari hingga Mei 2026. Sebanyak 1.432 konten di antaranya teridentifikasi sebagai hoaks dan disinformasi yang berpotensi memengaruhi persepsi publik.

Menurutnya, kehadiran mesin pembuat pesan menyulitkan masyarakat membedakan informasi asli dan buatan. Kondisi tersebut berisiko menurunkan tingkat kepercayaan publik serta memecah persatuan jika tidak segera diatasi melalui pendekatan sosial dan budaya.

Fifi menegaskan perlunya kolaborasi antara akademisi, media, industri, dan masyarakat sipil untuk membangun ekosistem digital sehat. Pemerintah memerlukan riset berbasis bukti serta keterlibatan masyarakat yang kritis guna menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama bangsa.

Keberhasilan transformasi digital menurutnya tidak terbatas pada kecanggihan teknologi, melainkan kemampuan menjaga kepercayaan di tengah perubahan cepat. Ilmu komunikasi berperan krusial dalam membantu masyarakat menafsirkan serta mempertanyakan informasi yang diterima di era kecerdasan artifisial.

Rakernas ISKI 2026 melibatkan berbagai akademisi dan praktisi untuk merumuskan solusi atas tantangan disinformasi. Forum tersebut membahas isu strategis terkait demokrasi dan perkembangan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat saat ini. *R104

Lokapala Newsroom
Eksklusif Lokapalanews.id
Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami