Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pariwisata memperluas akses pasar wisatawan mancanegara asal Tiongkok melalui rangkaian Sales Mission di Shanghai pada 22 Mei 2026 dan Guangzhou pada 25 Mei 2026.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan kegiatan ini mempromosikan produk unggulan Indonesia, termasuk wisata bahari dan kebugaran. Langkah ini memperkuat jenama Wonderful Indonesia serta memperluas jejaring bisnis antar-pelaku industri pariwisata kedua negara.
Ni Made Ayu Marthini menegaskan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat promosi serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Sebanyak 14 pelaku industri pariwisata Indonesia yang telah dikurasi ikut berpartisipasi dalam pertemuan bisnis ini.
Peserta tersebut mencakup agen perjalanan, operator tur, pelaku usaha akomodasi, hingga pengelola atraksi wisata. Mereka menawarkan paket wisata di destinasi seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta melalui kampanye Wonderful Indonesia Go Beyond Ordinary.
Sektor akomodasi diwakili hotel dan resor seperti AYANA Komodo Waecicu Beach, AYANA Resort Bali, Kappa Sense Ubud, JHL Collection, serta The Mulia Resorts & Villas. Selain itu, terdapat pula Somewhere Lombok, Seven Secrets Resort Lombok, Four Seasons Resort Bali, dan Puri Bagus Lovina.
Sektor perjalanan dan atraksi wisata melibatkan PT Wahyu Mandiri Tour, New Bidadari Tour, Alexandra Bali Tour, Penjor Tours Bali, Alas Harum Bali, dan The Yoga Barn. Rangkaian kegiatan ini menyajikan sesi table top meeting dan networking session bagi para pembeli potensial.
Pemerintah juga melibatkan mitra kolaborasi seperti Papatonk, Milkita, Kapal Api, Indomie, dan Rusto’s Tempeh untuk memperkuat promosi produk nasional. Pelaksanaan agenda ini merupakan kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai dan Guangzhou.
Data menunjukkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia pada 2025 mencapai 1.344.074 orang, menempatkan negara itu sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat. Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta orang pada 2026.
Hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok tercatat 357.740 kunjungan, meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong konektivitas udara yang semakin kuat antara berbagai kota di Tiongkok dan destinasi di Indonesia.
Sales Mission ini menghasilkan 12.336 potensi pax dengan nilai transaksi sebesar US$ 6,17 juta atau Rp 109,17 miliar. Selain itu, potensi devisa yang tercatat mencapai US$ 14,96 juta atau setara Rp 264,8 miliar. *R102






