Lokapalanews.id | Jakarta – Industri pariwisata Indonesia mencatatkan kinerja impresif hingga Mei 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik global. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan mancanegara serta stabilnya tingkat okupansi hotel nasional. Pergerakan wisatawan nusantara menjadi mesin utama yang menjaga roda ekonomi tetap berputar kencang.
Lonjakan Kunjungan di Tengah Gejolak Global
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Mei 2026 saja, jumlah kunjungan mencapai 1,38 juta, angka tertinggi sepanjang tahun berjalan. Pasar Asia Tenggara menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan impresif sebesar 11,06 persen.
Namun, tidak semua pasar menunjukkan tren serupa. Pasar Eropa tercatat mengalami kontraksi sebesar 5,91 persen akibat situasi geopolitik global. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan strategi adaptif terus dilakukan dengan fokus pada pasar short-haul dan medium-haul. “Pariwisata Indonesia memiliki daya tahan dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting,” ujar Widiyanti.
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara melonjak 8,69 persen pada Mei 2026, mencapai 106,16 juta perjalanan. Momentum libur nasional menjadi pendorong utama masyarakat memilih berwisata di dalam negeri. Hal ini berbanding terbalik dengan perjalanan ke luar negeri yang justru turun 6,05 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
Surplus Devisa dan Penguatan Ekosistem Daerah
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan Indonesia masih mencatatkan surplus kunjungan wisatawan sebanyak 0,83 juta pada Mei 2026. Surplus kumulatif selama lima bulan pertama mencapai 2,37 juta kunjungan, yang berdampak positif pada net devisa pariwisata. Pemulihan sektor akomodasi juga terlihat dari okupansi hotel bintang yang naik menjadi 50,76 persen.
Kementerian Pariwisata kini menggenjot pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas: Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Fokus utamanya adalah integrasi konektivitas bandara dan promosi paket perjalanan terpadu. Selain itu, pemerintah telah memetakan 5.145 daya tarik wisata yang rawan bencana untuk menjamin aspek keamanan selama periode libur sekolah.
Program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 juga menjadi instrumen vital penggerak ekonomi lokal. Sebanyak 36 event yang telah rampung dikaji berhasil mencatatkan transaksi ekonomi hingga Rp90,53 miliar. Program ini melibatkan lebih dari 10 ribu UMKM dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal. Upaya ini diharapkan menjaga momentum pertumbuhan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. *R105







