Lokapalanews.id | Seoul – Samsung mengumumkan terobosan signifikan dalam teknologi kesehatan melalui studi klinis terbaru yang mengungkapkan kemampuan Galaxy Watch6 dalam memprediksi episode pingsan sebelum terjadi, Kamis (7/5/2026). Penelitian yang dilakukan bersama Rumah Sakit Universitas Chung-Ang Gwangmyeong, Korea Selatan, fokus pada Vasovagal Syncope (VVS) – pemicu pingsan paling umum akibat penurunan detak jantung dan tekanan darah secara mendadak. Hasil studi menunjukkan bahwa jam tangan pintar ini mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna hingga lima menit sebelum hilangnya kesadaran dengan tingkat akurasi mencapai 84,6%.
Diberitakan Gizmochina, metodologi penelitian ini melibatkan 132 pasien yang menjalani uji pingsan terinduksi di bawah pengawasan medis ketat. Galaxy Watch6 memanfaatkan sensor Photoplethysmography (PPG) terintegrasi untuk mengumpulkan data variabilitas detak jantung (HRV) yang kemudian diproses melalui sistem prediksi berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain akurasi total yang tinggi, perangkat ini mencatatkan sensitivitas sebesar 90%, menjadikannya demonstrasi pertama di dunia di mana smartwatch komersial mampu memitigasi risiko medis ini secara proaktif.
Analisis teknologi ini menekankan pentingnya intervensi digital preventif bagi penderita VVS yang mencakup sekitar 40% populasi global sepanjang hidup mereka. Dengan peringatan dini selama lima menit, pengguna memiliki waktu krusial untuk segera duduk, berbaring, atau mencari bantuan guna menghindari cedera fisik serius seperti trauma kepala atau patah tulang akibat jatuh tiba-tiba. Inovasi ini menggeser peran perangkat wearable dari sekadar pelacak kebugaran menjadi instrumen penyelamat nyawa (lifesaving) yang terintegrasi dalam keseharian.
Keberhasilan studi yang dipublikasikan di European Heart Journal Digital Health ini menjadi landasan bagi Samsung untuk memperluas fitur kesehatan preventif berbasis AI pada perangkat Galaxy masa depan. Profesor Junhwan Cho, pemimpin riset tersebut, menegaskan bahwa pemanfaatan data sensorik secara real-time yang diolah melalui algoritma canggih adalah masa depan digitalisasi kesehatan. Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem kesehatan digital yang memungkinkan pemantauan medis profesional dapat diakses secara mandiri oleh masyarakat luas melalui perangkat di pergelangan tangan. *R107






