Saya baru saja menyeruput kopi. Belum sempat habis, sebuah berita singgah di layar ponsel. Kabarnya dari Jambi. Kabar yang sebenarnya sudah sering…
Narasi
Benteng yang Roboh
Saya sedang minum kopi. Pagi-pagi benar. Di sebuah kedai kecil. Di pinggiran Jakarta. Tiba-tiba ponsel saya bergetar. Ada kabar dari Kejaksaan Agung….
Hantu di Menara Gading
Saya baru saja membaca sebuah catatan. Isinya bukan deretan angka atau data statistik yang membosankan. Isinya adalah kemarahan. Sebuah kesaksian yang terasa…
Rumah yang Bocor
Pagi tadi saya melihat seorang ibu. Ia duduk di pojok kafe. Matanya sembab. Ia menatap layar ponsel dengan tangan gemetar. Saya tidak…
Jebakan Asap Bali
Saya melihat seorang ibu di pinggiran Denpasar sore tadi. Ia berdiri di depan tumpukan sampah yang mulai membusuk di depan rumahnya. Sudah…
Bukan Sekadar Penonton
Saya teringat obrolan di sebuah kedai kopi di Singaraja beberapa waktu lalu. Seorang anak muda, mahasiswa semester akhir, bicara dengan nada skeptis….
Kue yang Rakus
Saya sedang menyeruput kopi sore ini. Di sebuah warung kecil dekat kampus swasta. Penjualnya mengeluh. Bukan soal harga cabai. Tapi soal bangku-bangku…
Salah Sangka ASN
Saya sedang sarapan pecel. Di pinggir jalan. Di sebelah saya duduk seorang bapak. Seragamnya cokelat. Khas abdi negara. Ia tampak gelisah. Bukan…
Gajah di Tulungagung
Saya sedang menikmati kopi pagi. Kopinya pahit. Tanpa gula. Tiba-tiba ponsel saya bergetar hebat. Ada berita masuk dari Jawa Timur. Kabar itu…
Nama dan Nyali
Saya sedang membaca daftar. Panjang sekali. Ada banyak universitas yang memakai nama pahlawan nasional. Ada Sang Proklamator. Ada Sang Panglima Besar. Ada…
Sawah dan Bendungan
Saya sedang duduk di sebuah warung kopi di Denpasar. Di depan saya ada segelas kopi Bali yang pekat. Aromanya kuat. Tapi pikiran…
Asap yang Menjerat
Saya punya kawan lama. Dia baru saja berhenti merokok tembakau. Katanya demi kesehatan paru-paru. Sekarang, di tangannya selalu ada benda kecil. Bentuknya…
Batas Usia Kita
Pagi tadi saya melihat seorang anak. Usianya mungkin baru sepuluh tahun. Ia duduk di pojok kedai kopi. Matanya terpaku pada layar ponsel….
Nama yang Berat
Saya teringat obrolan di sebuah warung kopi pinggiran. Di sana, seorang kakek bercerita tentang masa mudanya. Tentang bagaimana ia harus bersembunyi di…
Asap di Trotoar
Saya menyetir pelan di Denpasar. Mata saya perih. Bukan karena polusi knalpot. Tapi karena pemandangan di kiri-kanan jalan. Tumpukan plastik itu menggunung….
Gada di Antara
Saya baru saja minum kopi hitam tanpa gula di sebuah kedai kecil dekat bandara. Di televisi gantung, berita duka itu mengalir. Ada…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
