Saya baru saja mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai. Bandara itu megah. Arsitekturnya indah. Patung besarnya gagah. Tapi ada yang mengganjal di hati saya. Tiap…
Narasi
Pejuang atau Perusak?
Pagi itu udara Sanur terasa beda. Lebih segar. Mungkin karena pikiran saya sedang tidak di Jakarta. Saya sedang duduk di sebuah forum investasi. Namanya mentereng:…
Dua Kali Lipat
Saya baru saja membaca kabar dari Tangerang. Tepatnya dari Pasar Kemis. Daerah yang biasanya panas, berdebu, dan penuh sesak oleh ribuan buruh pabrik. Tapi kali…
Si Paling Benar
Saya baru saja menutup telepon. Dari seorang dosen senior. Suaranya gemetar. Bukan karena usia. Tapi karena menahan geram. Dia baru saja keluar dari ruang rapat….
Bau di Kantor
Saya baru saja kembali dari perjalanan singkat. Melewati sebuah gedung perkantoran besar. Gedungnya megah. Halamannya luas. Desainnya modern. Harusnya, di sana tempat profesional bekerja. Tempat…
Pahlawan Bertopeng Penindas
Saya baru saja menyeruput kopi hitam pagi ini. Pahitnya pas. Tapi rasa pahit itu mendadak kalah dengan cerita seorang kawan lama. Dia baru saja kehilangan…
Jangan Baca Kalau Lemah
Saya punya teman. Orangnya pintar. Tapi jarinya lebih cepat dari otaknya. Tiap pagi, ritualnya bukan minum kopi. Tapi buka media sosial. Lalu apa? Marah-marah. Dia…
Di Bawah Langit Denpasar: Jemari Grace yang Merajut Harapan Warga
Malam di sudut Kota Denpasar tidak selalu tentang deru mesin atau gemerlap lampu toko yang mulai meredup. Di sebuah pelataran yang sederhana, suara petikan gitar…
Kampus Bukan Penjara
Di kampus, orang pikir isinya cuma diskusi intelektual. Isinya orang-orang beradab. Kenyataannya? Sering kali lebih ngeri dari korporat. Saya punya teman dosen. Muda, progresif, pintar….
Menenun Cahaya dalam Gelap: Lala dan Perlawanan di Balik Toga
Dunia Nabila May Sweetha mendadak sunyi dari warna saat usianya menginjak empat belas. Bayangkan seorang remaja yang tengah gemar menatap langit, tiba-tiba harus menerima kenyataan…
Kampus Rasa Kerajaan
Saya baru saja menyeruput kopi pahit. Rasanya pas dengan kabar yang masuk ke ponsel saya. Kabar soal sebuah kampus swasta. Kampusnya mentereng. Tapi isinya? Ternyata…
Pecat Lalu Sikat
Saya teringat obrolan dengan seorang teman lama. Dia pengusaha sukses. Katanya, kalau mau menghancurkan rumah, jangan pakai palu. Pakai saja rayap. Biarkan mereka makan fondasinya…
Fitnah Lebih Seksi
Saya baru saja menyeruput kopi sore ini. Pahit. Persis seperti kabar yang mampir di meja saya. Ada seorang dosen. Kita sebut saja namanya John. Dia…
Surat Terakhir dari Pohon Cengkih: Ketika Pena tak Lagi Mampu Menulis Mimpi
Di balik rimbunnya pohon cengkih di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada, NTT, udara sore itu terasa lebih berat dari biasanya. Tak ada lagi tawa…
Menenun Setia hingga Seabad: Kepulangan Eyang Meri ke Pelukan Sang Jenderal
Di sebuah sudut kamar yang tenang, aroma minyak kayu putih dan keheningan yang khidmat menyelimuti udara. Tak ada lagi suara gemerisik kain kebaya atau denting…
Sunyi di Ruang Kelas, Riuh di Balik Kertas
Pagi itu, Denpasar masih berselimut embun tipis. Di sebuah sudut teras rumahnya, John menatap kosong ke arah deretan buku yang tersusun rapi. Buku-buku itu adalah…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

