Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan Indonesia memerlukan sumber daya manusia di bidang teknologi maritim yang memiliki keunggulan teknis, karakter kepemimpinan, dan integritas tinggi untuk menghadapi transformasi industri global. Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menteri Brian menjelaskan kompleksitas tantangan global mulai dari perubahan iklim hingga perkembangan kecerdasan buatan menuntut integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan etika. Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang strategis menempatkan laut sebagai masa depan bangsa yang memerlukan pemimpin inovatif, bukan sekadar operator teknologi.
Ia menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi, pengambilan keputusan kritis di lapangan tetap memerlukan sosok manusia yang memiliki kepemimpinan dan keteladanan. Mendiktisaintek juga mendorong para lulusan untuk menjadi garda terdepan dalam praktik green shipping dengan berkontribusi pada efisiensi energi dan pelestarian ekosistem laut.
Melalui kebijakan Kampus Berdampak, Kemdiktisaintek mendorong STIP agar semakin fokus pada riset keselamatan pelayaran, digitalisasi pelabuhan, smart logistic, serta teknologi navigasi. Kolaborasi dengan industri dipandang krusial agar perguruan tinggi mampu menjadi pusat inovasi maritim nasional yang menghasilkan solusi nyata.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Menteri Brian menekankan empat bekal utama untuk menghadapi tantangan masa depan, yakni konsistensi, ketekunan, grit atau ketangguhan jangka panjang, serta kerendahan hati. Ia berpesan bahwa kepemimpinan sejati tidak dibangun hanya oleh pangkat, melainkan melalui keteladanan dan integritas dalam menjalankan profesi. *R104







