--- / --- 00:00 WITA

Mendorong Danantara Membuka Sumbat Pasokan Rumah Rakyat

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Perum Perumnas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (Foto: Farhan/Karisma)

Lokapalanews.id | Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih mendesak Perumnas mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan Danantara. Ia menilai sinergi ini adalah peluang strategis untuk mengoptimalkan aset negara sekaligus memperkuat pembiayaan perumahan. Kebutuhan hunian layak merupakan mandat konstitusional yang mendesak untuk segera dipenuhi pemerintah.

Demer, sapaan akrabnya, menyampaikan desakan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Ia menyoroti lambatnya laju penyediaan hunian selama ini yang kerap terkendala masalah pembiayaan dan ketersediaan lahan. Kehadiran Danantara diharapkan mampu melakukan konsolidasi keuangan dan program yang lebih solid ke depannya.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Politisi Fraksi Partai Golkar ini melihat potensi besar pada pemanfaatan tanah terlantar milik negara. Pemerintah telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 serta Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur penertiban kawasan serta tanah terlantar untuk kepentingan publik yang lebih luas.

Jika lahan-lahan tersebut dialihkan kepada Perumnas, ruang gerak perusahaan akan jauh lebih fleksibel dalam membangun rumah. Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret daripada membiarkan aset negara tetap tidak produktif. Demer kini menunggu langkah teknis Perumnas dalam mengoordinasikan peluang kerja sama ini bersama pihak Danantara.

Koordinasi lintas kementerian juga menjadi catatan penting bagi akselerasi pembangunan perumahan nasional. Demer menekankan pentingnya mengintegrasikan kawasan hunian dengan akses infrastruktur vital seperti jalan tol dan stasiun kereta. Kawasan yang terhubung dengan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dipastikan memiliki nilai ekonomi serta minat yang lebih tinggi.

Penyediaan rumah yang berkualitas dan terjangkau harus menjadi orientasi utama dalam rencana kerja Perumnas tahun ini. Dengan dukungan regulasi yang ada, tidak ada lagi alasan bagi BUMN untuk berjalan lamban di lapangan. Masyarakat saat ini membutuhkan akses hunian yang tidak hanya murah, tetapi juga memiliki mobilitas tinggi.

Baca juga:  Menteri PKP: Program 3 Juta Rumah Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai detail teknis pembicaraan antara Perumnas dan Danantara. Publik kini menanti realisasi nyata dari usulan tersebut guna mengatasi angka kebutuhan rumah yang terus meningkat. Sinergi ini akan menjadi ujian apakah aset negara benar-benar mampu dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga. *R101

👁️ 7.773 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Klik di sini untuk konten menarik!
Iklan