Lokapalanews.id | Jakarta – Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara karena dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional.
Protes keras tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia merespons beredarnya laporan mengenai pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” oleh pasukan Israel di atap bangunan yang telah hancur. Langkah militer Israel ini dianggap sebagai tindakan provokatif yang sangat tidak bisa dibenarkan, mengingat lokasi tersebut merupakan simbol solidaritas kemanusiaan dari rakyat Indonesia.
Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah fasilitas sipil murni yang dibangun dan didedikasikan sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan masyarakat Palestina. Penggunaan situs medis sebagai papan iklan propaganda militer, terutama yang dikaitkan dengan operasi tempur tertentu, melukai perasaan masyarakat Indonesia yang telah mendonasikan sumber daya mereka untuk membantu sesama di daerah konflik.
Tindakan ini juga dipandang sebagai bentuk pelecehan terhadap norma-norma kemanusiaan global. Bagi Jakarta, rumah sakit seharusnya menjadi wilayah netral yang bebas dari segala bentuk atribut militer maupun politik. Kehadiran spanduk “Rising Lion”—nama yang juga identik dengan operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025—di atas puing rumah sakit semakin memperkeruh ketegangan di wilayah tersebut.
Indonesia kembali mengingatkan dunia internasional bahwa menurut hukum humaniter internasional, fasilitas medis wajib dihormati dan dilindungi dalam kondisi apa pun. Serangan terhadap rumah sakit maupun penggunaan reruntuhannya untuk kepentingan psikologi perang merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip perlindungan infrastruktur sipil yang telah disepakati secara global.
Tekanan diplomatik pun terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar Israel menghentikan segala bentuk aktivitas yang mencederai perlindungan fasilitas sipil. Indonesia menuntut adanya akuntabilitas yang jelas atas serangkaian serangan sistematis yang telah menghancurkan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza selama periode konflik yang panjang.
Rumah Sakit Indonesia sendiri memiliki sejarah kelam dalam konflik ini, di mana bangunan tersebut terus menjadi sasaran serangan militer sejak akhir 2023. Tragedi memilukan juga sempat menyelimuti institusi ini ketika Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan, gugur akibat serangan udara yang menyasar kediamannya di Gaza Barat pada Juli 2025 lalu.
Kini, di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, aksi pemasangan spanduk oleh pasukan Israel tersebut menjadi pengingat pahit akan sulitnya menjaga netralitas medis di zona perang. Pemerintah Indonesia memastikan akan terus menyuarakan perlindungan terhadap hak-hak warga sipil Palestina dan menolak segala bentuk pemanfaatan fasilitas kemanusiaan untuk kepentingan militer pihak mana pun. *R101






