Lokapalanews.id | Denpasar – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali masa bakti 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/3/2026).
Terpilihnya Giri Prasta menandai babak baru pembinaan atlet di Pulau Dewata yang akan mengedepankan pendekatan berbasis data dan penguatan sport science. Dalam visi kepemimpinannya, ia berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan potensi atlet dari tingkat banjar hingga kota tergarap secara maksimal.
Giri Prasta menekankan bahwa fondasi utama prestasi olahraga bersandar pada tiga pilar penting: kualitas atlet, kompetensi pelatih, dan ketersediaan sarana atau venue. Ia berjanji akan menyinergikan ketiga elemen tersebut demi mewujudkan jargon baru olahraga Bali, yakni semangat juang untuk meraih kemenangan di setiap ajang yang diikuti.
“Kami harus melakukan pendataan yang akurat. Memang berbicara data itu tidak mudah, tetapi lebih parah lagi kalau kita berbicara tanpa data. Setiap atlet Bali yang berlaga harus datang untuk menang,” tegas Giri Prasta di hadapan para pengurus cabang olahraga.
Kesiapan Bali menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi target jangka panjang yang krusial. Giri Prasta optimistis Bali memiliki keunggulan geografis karena lokasi penyelenggaraan yang bertetangga, sehingga atmosfer pertandingan akan terasa seperti bermain di rumah sendiri.
Sebagai langkah konkret menuju PON 2028, KONI Bali akan memanfaatkan perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 di Buleleng sebagai ajang seleksi dan tolok ukur kesiapan atlet. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menyaring bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama Bali di kancah nasional.
Dukungan politik dan anggaran juga datang langsung dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Dalam sambutannya, Koster menegaskan bahwa sektor olahraga harus menjadi pilar penting pembangunan daerah yang mampu memperkuat citra Bali di level global, tidak hanya melalui pariwisata alam dan budaya.
Koster menilai capaian Bali yang saat ini menduduki peringkat lima besar nasional masih belum mencerminkan potensi sesungguhnya. Ia mendorong kepengurusan baru untuk lebih fokus pada cabang olahraga yang sesuai dengan karakter alami masyarakat Bali, seperti bela diri, pencak silat, dan karate, yang dinilai berpeluang besar menjadi lumbung emas.
“Bali bukan hanya destinasi wisata, tapi juga bisa menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia. Kita punya bibit bagus yang harus digali dan diorganisir agar bisa melampaui capaian saat ini,” ujar Koster optimis.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan manajemen organisasi yang solid di bawah kendali Giri Prasta, KONI Bali diharapkan mampu bertransformasi menjadi kekuatan olahraga yang disegani dan mampu mencetak sejarah baru pada pesta olahraga nasional mendatang. *R105






